Teks Foto – Eko Nur Syahputro (kiri) dan Chandra Ardiansyah (kanan) dari Muslim101 memberikan edukasi publik di program radio 93.8 FM tentang tips memilih travel umroh resmi dan terpercaya. (Dok.Muslim101)
KILASJATIM.COM, Jakarta – Maraknya kasus penipuan berkedok travel umroh dalam beberapa waktu terakhir membuat masyarakat harus semakin waspada. Tidak sedikit calon jamaah menjadi korban hingga gagal berangkat ke Tanah Suci karena tergiur biaya murah atau janji manis yang ternyata menyesatkan.
Modus penipuan semakin beragam, mulai dari promosi masif di media sosial hingga skema ponzi yang merugikan banyak pihak. Para pelaku kerap mengincar masyarakat dengan literasi rendah serta minimnya pengecekan legalitas penyelenggara perjalanan.
Chandra Ardiansyah, Head of Business Development Muslim101, menjelaskan bahwa tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah umroh sering kali dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab.
“Demand umroh sangat tinggi, jutaan orang tiap tahun. Sayangnya literasi jamaah masih rendah, sehingga mudah tergiur promo murah. Modus travel bermasalah makin kreatif, mulai dari media sosial hingga skema ponzi,” ujar Chandra.
Ia menambahkan, selain literasi keuangan dan informasi yang masih terbatas, kurangnya pengawasan serta keengganan calon jamaah untuk memverifikasi izin resmi menjadi faktor utama yang memperparah situasi.
“Kerugian terbesar bukan hanya soal materi, tapi juga soal spiritual. Persiapan ibadah yang sudah dilakukan secara finansial dan emosional jadi sia-sia karena ulah oknum,” tegasnya.
Chandra memaparkan sejumlah tips praktis agar masyarakat tidak terjebak dalam penipuan berkedok travel umroh:
-
Cek legalitas travel melalui izin resmi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dari Kementerian Agama.
-
Verifikasi nomor izin PPIU di situs resmi Kemenag.
-
Pastikan keanggotaan travel dalam asosiasi resmi seperti Himpuh atau Amphuri.
-
Periksa rincian biaya secara detail, apakah sudah termasuk tiket, hotel, makan, transportasi, dan visa.
-
Waspadai harga yang terlalu murah, kantor tidak jelas, dan janji keberangkatan cepat tanpa bukti tiket.
“Transparansi harga dan dokumen sangat penting. Jangan ragu menanyakan skema pembayaran, mulai dari uang muka, pelunasan, hingga prosedur refund bila terjadi kendala,” tambah Chandra.
Sementara itu, Eko Nur Syahputro, Regional Partnership East Area Muslim101, mengungkapkan bahwa kasus travel umroh bodong masih kerap ditemukan, terutama di wilayah-wilayah dengan akses informasi terbatas seperti beberapa daerah di Jawa Timur.
“Skalanya mungkin kecil, tetapi dampaknya sangat besar bagi jamaah yang menjadi korban,” ujarnya.
Eko menyebutkan, modus yang umum digunakan antara lain promosi daring dengan iming-iming harga murah dan testimoni palsu.
“Travel resmi biasanya punya review nyata dari jamaah, disertai cerita, foto, atau video. Kalau hanya testimoni generik tanpa sumber yang jelas, patut dicurigai,” jelasnya.
Sebagai solusi, platform Muslim101 hadir sebagai marketplace khusus travel umroh yang menghubungkan calon jamaah dengan biro perjalanan resmi dan terpercaya.
“Di Muslim101, semua travel yang tergabung sudah melalui proses verifikasi legalitas. Calon jamaah bisa dengan mudah membandingkan paket berdasarkan fasilitas, harga, dan tanggal keberangkatan,” terang Chandra.
Tak hanya menyediakan transparansi, Muslim101 juga menawarkan kemudahan dalam bertransaksi. Melalui aplikasi ini, calon jamaah dapat mencari informasi, memesan paket umroh, dan bahkan memilih opsi pembayaran yang sesuai.
“Kami menyediakan fitur tabungan dan pembiayaan umroh berbasis syariah. Jadi siapa pun bisa menunaikan ibadah umroh dengan lebih tenang dan aman,” imbuhnya.
Dengan hadirnya Muslim101, diharapkan masyarakat Indonesia dapat terhindar dari jeratan travel bodong dan bisa mewujudkan impian ke Tanah Suci dengan aman, nyaman, dan sesuai syariat. (ara)




