KILASJATIM.COM, Situbondo – Jumlah jemaah haji asal Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada musim haji 2026 tercatat sebanyak 1.086 orang. Total tersebut terdiri atas 747 jemaah haji reguler, 208 jemaah cadangan, 77 jemaah penggabungan, serta 54 jemaah haji reguler yang sempat gagal sistem namun telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji.
“Total jumlahnya ada 1.086 orang, terdiri dari jemaah haji reguler yang pelunasan tahap satu, jemaah cadangan yang melunasi tahap kedua, termasuk jemaah gabungan dan jemaah haji reguler yang gagal sistem,” ujar Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Situbondo, Rif’an Junaidi, kepada RRI, Selasa (20/1/2026).
Rif’an menjelaskan, jumlah tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah. Pasalnya, biasanya terdapat tambahan kuota haji dari Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur sehingga memungkinkan jemaah cadangan masuk dalam daftar keberangkatan.
“Kemungkinan penambahan jumlah jemaah haji masih ada, karena data terus bergerak. Kalau misalnya ada kuota tambahan, maka jemaah cadangan akan masuk,” tegasnya.
Ia menambahkan, jemaah haji cadangan memiliki kewajiban yang sama dengan jemaah haji reguler, terutama dalam pemenuhan seluruh persyaratan administrasi. Dengan demikian, ketika kuota keberangkatan tersedia, mereka sudah siap untuk diberangkatkan.
“Jemaah haji cadangan juga punya kewajiban yang sama dengan reguler. Mereka harus memenuhi syarat administrasi, mulai dari pemberkasan, pengurusan paspor, perekaman biovisa, pemeriksaan istitha’ah kesehatan hingga pelunasan biaya haji,” ungkap Rif’an.
Terkait jadwal keberangkatan, Rif’an memperkirakan jemaah haji Situbondo akan berangkat ke Tanah Suci Mekkah pada Mei 2026. Hal ini karena Situbondo masuk dalam wilayah kerja embarkasi Jember yang dijadwalkan berangkat pada gelombang kedua.
“Wilayah kerja Jember itu berangkat pada gelombang kedua yang diperkirakan pada bulan Mei 2026. Wilayah kerja Jember meliputi Jember, Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo,” jelasnya.
Dengan jumlah jemaah yang cukup besar dan kemungkinan penambahan kuota, Kementerian Agama Situbondo terus melakukan pembaruan data serta memastikan seluruh calon jemaah haji siap secara administrasi maupun kesehatan menjelang keberangkatan.(wan)




