Dari Limbah Jadi Karya, dari Budaya Jadi Identitas

oleh -737 Dilihat
oleh
Ketiga calon wisudawan PCU yang akan mengikuti prosesi wisuda pada 12-13 September 2025 mendatang. (Foto: Humas PCU/kilasjatim.com)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Wisuda bukan hanya akhir dari masa studi, tetapi juga awal babak baru bagi para lulusan. Di Petra Christian University (PCU), momen Wisuda ke-88 pada 12–13 September 2025 di Auditorium Gedung Q menghadirkan lebih dari sekadar prosesi seremonial. Para wisudawan menampilkan karya inovatif yang lahir dari kepedulian terhadap lingkungan dan budaya.

Salah satunya Evelyn Widiana, calon wisudawati Desain Komunikasi Visual (DKV) asal Surabaya. Ia mengolah limbah kertas menjadi Paper Pulse, sebuah textured painting kit yang dirancang untuk menyalurkan kreativitas sekaligus meredakan stres. Setiap paket berisi kanvas lukis, cat akrilik, stik es krim, pinset, lem, hingga kertas bekas yang disulap menjadi media seni.

“Kertas adalah bahan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Saya ingin menunjukkan bahwa desain bisa menyampaikan pesan sosial dengan cara yang emosional sekaligus fungsional,” ujar Evelyn.

Audrey Ryuka Puspita Darmosugondo, calon wisudawan Architecture membuat desain Museum Wayang Potehi. (Foto: Humas PCU/kilasjatim.com)

Karya ramah lingkungan juga lahir dari Salvina Adelia Susetyo, calon wisudawan Interior Design and Styling. Ia memanfaatkan sampah plastik rumah tangga jenis polypropylene (PP) menjadi bahan alternatif untuk elemen interior. Dari cacahan plastik bekas gayung, pot bunga, hingga figura, Salvina menciptakan parquet, nightstand, roster, terrazzo, serta katalog RHPP (Recycled Household Polypropylene). “Sampah selalu jadi masalah yang tak berujung. Saya ingin mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat dan berkelanjutan,” kata Salvina.

Sementara itu, Audrey Ryuka Puspita Darmosugondo dari program Arsitektur memilih jalur pelestarian budaya. Ia merancang konsep Museum Wayang Potehi di kawasan Kembang Jepun, Surabaya, tepat di samping Klenteng Hong Tiek Hian. Museum ini tak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga pengalaman multisensori untuk mengenalkan kembali warisan kesenian Potehi yang mulai kehilangan audiens.

Baca Juga :  Wagub Emil Dardak Beberkan Harapan Jatim terhadap Investasi Danantara

“Desain ini saya harap bisa menghidupkan kembali spirit of place di kawasan Pecinan, sekaligus menjadi landmark baru Surabaya,” tutur Audrey.

Total 1.127 lulusan dari program sarjana, magister, dan profesi akan mengikuti prosesi Wisuda PCU ke-88. Di balik toga dan gelar, karya-karya para wisudawan menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi tidak berhenti pada teori, melainkan melahirkan solusi nyata bagi lingkungan dan budaya.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.