Wagub Emil Dardak Beberkan Harapan Jatim terhadap Investasi Danantara

oleh -1028 Dilihat
oleh
(foto: Dua dari kiri Wabup Emil saat menjadi pembicara di Wagub Emil Dardak Beberkan Harapan Jatim terhadap Investasi Danantara. (Foto: Zaenal/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai kehadiran Danantara Investment dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Jawa Timur. Hal itu ia sampaikan dalam dialog ekonomi yang juga dihadiri Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun, serta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Emil menjelaskan, selama ini BUMN menjadi motor utama investasi di daerah. Jawa Timur sendiri menjadi basis sejumlah BUMN besar seperti Semen Indonesia dan Pelindo. Namun dengan hadirnya Danantara—entitas pengelola dana hasil dividen BUMN yang sebelumnya masuk APBN—peluang investasi baru dinilai semakin terbuka.

“BUMN tetap menjadi mesin pertama. Tapi Danantara adalah mesin kedua yang bisa mendorong investasi di sektor-sektor strategis,” ujar Emil usai hadiri Round Table Peta Baru Ekonomi Pasca Reformasi BUMN di Hotel Wyndham Surabaya, Selasa (2/12/2025).

Ia menambahkan, model investasi Danantara memungkinkan keuntungan negara kembali digulirkan ke proyek yang berdampak langsung pada masyarakat.

Salah satu sektor yang sedang dibidik adalah pertanian. Emil mengungkapkan, Pemprov Jatim telah berkomunikasi dengan Menteri Pertanian untuk menyelaraskan berbagai program agar bisa segera terhubung dengan Danantara.

“Harapannya sektor pertanian bisa langsung klop, sehingga masyarakat ikut merasakan kue pertumbuhan,” katanya.

Selain itu, proyek waste to energy di Malang Raya menjadi agenda lain yang diharapkan mendapat dukungan investasi. Tiga kepala daerah—Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang—telah sepakat mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui rencana fasilitas di Supit Urang, meski masih ada persoalan teknis yang harus diselesaikan.

Emil juga menyebut langkah Danantara yang sebelumnya membantu Sinergi Gula Nusantara menyerap hasil panen petani tebu hingga Rp1 triliun. Menurutnya, program semacam ini penting untuk menjaga stabilitas produksi dan kesejahteraan petani.

Baca Juga :  Berbaju Komcad Lengkap, Gubernur Khofifah Hanya Bawa Bekal Kopi Untuk Retreat

Ia menegaskan, Pemprov Jatim bersama Wali Kota Surabaya dan Komisi XI optimistis kerja sama BUMN dan Danantara dapat memberi dampak signifikan bagi perekonomian daerah.

“Dengan kerja keras dan komunikasi yang baik, kami yakin hasilnya positif untuk Jawa Timur,” ujar Emil.

Emil menambahkan, sinergi berkelanjutan antara BUMN, pemerintah daerah, dan jalur investasi baru seperti Danantara dibutuhkan untuk menjaga momentum pertumbuhan.
“Jika total keuntungan mencapai sekitar Rp300 triliun dan yang disetor Rp80 triliun masuk ke Danantara, maka ruang investasinya sangat besar,” pungkasnya.(cit)