KILASJATIM.COM, Surabaya – Dalam upaya memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan akademik, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh civitas akademika. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Untag Surabaya, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dan Puskesmas Menur, digelar di selasar Gedung R. Ing. Soekonjono lantai 1.
Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, berat badan, hingga konsultasi kesehatan umum. Seluruh layanan dilakukan langsung oleh tenaga medis Fakultas Kedokteran Untag Surabaya bersama tim Puskesmas Menur.
Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat, Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA., menyebut program ini sebagai bentuk nyata kepedulian kampus terhadap kesehatan warganya, sekaligus dukungan terhadap program nasional di bidang kesehatan. “Program ini tidak hanya untuk dosen dan mahasiswa, tapi mencakup semua lapisan usia di lingkungan kampus. Kesehatan adalah kunci produktivitas dan kualitas hidup. Dengan pemeriksaan ini, kita bisa mendeteksi potensi penyakit lebih awal,” terang Supangat.
Lebih lanjut, Supangat menjelaskan bahwa kegiatan ini mendukung upaya promotif dan preventif sebagaimana program Quick Win Presiden Republik Indonesia di sektor kesehatan. Ia menambahkan, hasil pemeriksaan dapat diakses melalui aplikasi Satu Sehat milik Kementerian Kesehatan RI. “Screening hari ini ibarat rapor kesehatan kita untuk satu tahun ke depan. Dengan mengetahui kondisi tubuh, kita bisa segera melakukan langkah-langkah pencegahan,” tambahnya.
Sementara itu, dr. Deasy Ekayanti, Penanggung Jawab Program Pemeriksaan Kesehatan dari Puskesmas Menur, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan masyarakat kampus. “Untag Surabaya menjadi universitas pertama yang kami kunjungi untuk program pemeriksaan kesehatan gratis ini. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi kampus lain,” ujar dr. Deasy.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan rutin, terutama bagi masyarakat usia produktif. “Idealnya, bagi yang tidak memiliki keluhan atau risiko penyakit, pemeriksaan dilakukan setahun sekali. Namun, bagi penderita hipertensi atau diabetes, sebaiknya dua kali dalam setahun,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Untag Surabaya menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan visi kampus sebagai perguruan tinggi yang peduli terhadap kesejahteraan warganya.(tok)




