Jawa Timur Terdepan Percepat Koperasi Merah Putih, Ketahanan Pangan, dan Program Makan Bergizi Gratis

oleh -754 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Jawa Timur kembali mencatatkan diri sebagai provinsi terdepan dalam percepatan program prioritas nasional Presiden. Hal itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Program Prioritas Nasional yang digelar Pemprov Jatim bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Kantor Setdaprov Jatim, Surabaya, Rabu (20/8/2025).

Rapat membahas tiga agenda utama: percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, penguatan ketahanan pangan, serta implementasi program makan bergizi gratis menuju Indonesia Emas 2045.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melaporkan, dari 8.494 desa dan kelurahan di Jatim, sebanyak 8.420 telah membentuk koperasi baru. Namun, 99 persen di antaranya masih berstatus baru dengan rata-rata modal di bawah Rp2 juta. “Kondisi ini membuat penguatan modal menjadi kebutuhan mendesak agar koperasi bisa benar-benar menopang perekonomian desa dan kelurahan,” ujar Khofifah.

Ia juga menyoroti kendala di lapangan, terutama terkait belum turunnya petunjuk teknis maupun pelaksanaan skema pinjaman bagi koperasi dari pemerintah pusat. Selain itu, sistem pembayaran cash on delivery (COD) untuk distribusi beras SPHP Bulog, LPG Pertamina, maupun pupuk dari Pupuk Indonesia dinilai memberatkan karena membutuhkan modal besar. “Kami siap mengawal program prioritas Presiden. Namun skema COD ini jelas menuntut koperasi memiliki modal lebih besar. Dukungan perbankan, baik bank daerah maupun bank nasional, sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Selain soal koperasi, Khofifah menekankan pentingnya stabilitas distribusi pangan. Menurutnya, akses pangan yang cukup, terjangkau, dan bergizi harus menjadi prioritas utama pemerintah pusat maupun daerah.

Apresiasi datang dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang menyebut Jawa Timur sebagai percontohan nasional. “Alhamdulillah, Jawa Timur selalu menjadi yang terbaik. Semangatnya luar biasa, baik dari Ibu Gubernur maupun kepala daerah yang hadir,” ungkap Zulhas.

Baca Juga :  Golf Graha Famili Rayakan 30 Tahun dengan Summer Fest Golf Tournament Bertabur Hadiah Miliaran Rupiah

Dalam arahannya, Zulhas menekankan penguatan ketahanan pangan, program makan bergizi gratis, hingga rencana pengolahan sampah menjadi energi. Ia mencontohkan kasus gula di Lumajang yang masih menumpuk seribu ton. “Saya pastikan besok akan dibeli BUMN atau swasta. Kalau belum, bupati sudah saya kasih nomor telepon saya. Dalam dua hari ke depan harus selesai,” tegasnya.

Baik Khofifah maupun Zulhas sepakat bahwa keberhasilan Jawa Timur memperkuat koperasi, menjaga ketahanan pangan, dan menjalankan program makan bergizi gratis merupakan langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045. “Program ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk menyiapkan generasi emas bangsa: pangan cukup, gizi baik, dan kemandirian ekonomi desa. Mari kita kawal bersama,” pungkas Khofifah. (FRI) 

No More Posts Available.

No more pages to load.