KILASJATIM.COM, Surabaya – Kepolisian Daerah Jawa Timur mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas hingga 39 persen selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025 yang berlangsung pada 14–27 Juli lalu.
“Secara kuantitatif, jumlah kecelakaan turun signifikan, sekitar 39 persen,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi dalam keterangannya yang diterima, Jumat (1/8/2025).
Namun di balik penurunan itu, jumlah korban meninggal dunia justru meningkat. Tahun ini tercatat 23 orang meninggal, naik dari 18 orang pada 2024.
Di sisi lain, korban luka berat mengalami penurunan dari 61 menjadi 50 orang, atau sekitar 11 persen. Sementara korban luka ringan turun drastis dari 1.012 menjadi 569 orang, setara penurunan sekitar 44 persen.
Kerugian materi akibat kecelakaan juga menurun signifikan, dari Rp1,04 miliar di 2024 menjadi Rp672,9 juta pada 2025, atau sekitar 35 persen.
Kombes Iwan menyebut, penurunan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. “Dengan Operasi Patuh ini, kami berharap masyarakat Jawa Timur semakin tertib di jalan,” ujarnya.
Operasi Patuh Semeru 2025 menargetkan delapan jenis pelanggaran lalu lintas, seperti pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu, menggunakan HP saat berkendara, tidak memakai helm atau sabuk pengaman, serta melawan arus dan melampaui batas kecepatan.
Untuk meningkatkan efektivitas, polisi juga mengandalkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang bekerja 24 jam tanpa henti. Teknologi ini memungkinkan pengawasan lalu lintas dilakukan secara efisien tanpa ketergantungan penuh pada petugas lapangan.




