Ramai Guru Dipolisikan, Wali Kota Surabaya Ajak Bangun Komunikasi Sehat

oleh -3201 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Maraknya kasus guru yang dilaporkan ke polisi oleh wali murid, termasuk dugaan permintaan “uang damai” Rp25 juta di Demak, Jawa Tengah, menarik perhatian Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Ia mengimbau para orang tua untuk tidak terburu-buru mengambil langkah hukum jika guru hanya berniat mendisiplinkan anak.

“Jika seorang guru hanya menegur atau mendisiplinkan anak, jangan langsung lapor polisi. Lebih baik duduk bersama, ajak bicara, pahami duduk perkaranya,” ujar Eri saat membuka Masa Orientasi Orang Tua (MOOT) jenjang PAUD, SD, dan SMP di SMP Al-Hikmah Surabaya, Senin (21/7/2025).

Eri menegaskan pentingnya menjalin komunikasi yang sehat antara orang tua dan guru. Ia menyebut keduanya adalah mitra dalam membentuk karakter anak.

Lebih jauh, Eri juga mengajak para orang tua untuk tidak sekadar menyalahkan anak ketika terlibat dalam perilaku menyimpang, seperti terlibat geng motor, minuman keras, atau aksi perundungan. Menurutnya, penting bagi orang tua untuk turut melakukan introspeksi.

“Kalau anak terlibat hal negatif, jangan langsung memvonis. Mungkin ada kekurangan dari kita sebagai orang tua yang perlu dibenahi,” tegasnya.

Melalui program MOOT dan pendekatan berbasis Tujuh Praktik Baik Indonesia Hebat, Eri berharap anak-anak Surabaya dibekali nilai moral dan spiritual yang kuat. Ia optimistis sinergi antara keluarga dan sekolah bisa mencegah anak terjerumus dalam perilaku destruktif.

“Dengan kerja sama orang tua dan guru, kita bisa wujudkan generasi Surabaya yang saleh-salihah, cerdas, dan berjiwa kebangsaan. Kota ini harus bebas dari perundungan, geng motor, dan miras,” pungkasnya. (cit)

Baca Juga :  DPRD dan Pemkot Kolaborasi Tentukan Nasib Dua Pasar Tak Berizin di Surabaya

No More Posts Available.

No more pages to load.