Kemenekraf Dukung Festival Ronthek 2025, Bangkitkan Ekonomi Kreatif Pacitan

oleh -947 Dilihat

KILASJATIM.COM, Pacitan – Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) Teuku Riefky Harsya menghadiri Festival Ronthek di Pacitan, Jawa Timur, Senin (7/7/2025). Dalam kunjungannya, Menteri Riefky memberikan apresiasi tinggi terhadap festival yang telah memasuki tahun ke-13 ini, menyebutnya sebagai perpaduan apik antara seni tradisi dan potensi ekonomi kreatif daerah.

“Festival ini mencerminkan kekuatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Ini adalah contoh bagaimana subsektor seni pertunjukan dan musik bisa menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” kata Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Festival Ronthek yang digelar di Alun-alun Kabupaten Pacitan tahun ini mengusung tema ‘Pacitan Sumandhang Nugraha’ dan tagline ’70 Miles Sea Paradise’. Ronthek sendiri merupakan seni pertunjukan khas Pacitan yang awalnya berakar dari tradisi ronda sahur di bulan Ramadan, dengan alat musik utama terbuat dari bambu yang dimainkan dengan cara dipukul. Kini, ronthek telah berkembang menjadi festival seni tahunan yang memadukan unsur musik, tari, dan kreativitas lokal.

Menteri Ekraf Teuku Riefky menambahkan bahwa Festival Ronthek merupakan perpaduan berbagai subsektor ekonomi kreatif, dan telah menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) sejak tahun 2023, serta kembali masuk dalam daftar KEN 2025.

Acara ini dimeriahkan oleh penampilan seni dari 12 kecamatan se-Kabupaten Pacitan dan 3 kelompok pelajar setingkat SMA. Tak hanya itu, festival ini juga dirangkai dengan pameran produk ekonomi kreatif dan UMKM lokal dalam bagian Pasar Krempyeng, yang menampilkan beragam potensi dari berbagai subsektor di Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Juli 2025, setiap malam mulai pukul 19.00 WIB.

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono, yang turut hadir, turut menyampaikan pentingnya menjaga dan mengembangkan kreativitas generasi muda melalui budaya. Ia menilai festival semacam ini harus terus diberdayakan. “Di tanah 70 Miles of Paradise ini, kita tidak hanya melihat keindahan alam, tetapi juga kekayaan seni pertunjukan yang terus diberdayakan dan dikembangkan,” ujar pria yang akrab disapa Ibas itu.

Baca Juga :  Upaya Antisipasi Nataru: Patroli Blue Light Polresta Malang Kota Sita 138 Motor Bermotor yang Terlibat Balap Liar

Festival Ronthek menjadi contoh nyata penerapan kolaborasi hexahelix antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku industri kreatif, akademisi, komunitas, media, serta dunia usaha dalam mendorong tumbuhnya ekosistem kreatif di tingkat lokal. Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Wakil Bupati Gagarin Sumrambah, dan jajaran pejabat daerah Kabupaten Pacitan. (har)

No More Posts Available.

No more pages to load.