KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi masyarakat yang dinilai konsisten menjaga sekaligus bangga terhadap tradisi budaya lokal. Sikap tersebut disebut menjadi salah satu kunci berkembangnya sektor pariwisata di Banyuwangi.
Pernyataan itu disampaikan Ipuk saat menerima kunjungan Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, serta Bupati Malang M. Sanusi di Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (11/4/2026).
Menurut Ipuk, kekuatan utama Banyuwangi terletak pada masyarakatnya yang masih memegang teguh tradisi turun-temurun. Tradisi tersebut kemudian dikemas secara kreatif sehingga memiliki daya tarik wisata yang kuat.
“Kami bersyukur masyarakat Banyuwangi sangat bangga dengan budayanya. Tradisi yang sudah hidup di tengah masyarakat kami kemas dengan manajemen event yang lebih baik sehingga menjadi atraksi yang menarik,” ujar Ipuk.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak menciptakan budaya baru, melainkan memperkuat tradisi yang telah ada agar memiliki nilai tambah secara ekonomi tanpa menghilangkan nilai aslinya. Pendekatan ini dinilai efektif dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Banyak event yang lahir dari inisiatif warga. Pemerintah hanya membantu mengkurasi agar tampil lebih menarik dan bisa menjangkau wisatawan lebih luas,” imbuhnya.
Sementara itu, Hendri Arnis mengaku terkesan dengan strategi Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya lokal. Ia menilai keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan tersebut.
“Kami mengikuti perkembangan Banyuwangi, salah satunya melalui media sosial. Kami melihat beragam event seni budaya dan kearifan lokal yang dikemas dengan sangat baik,” kata Hendri.(zul)




