Kino Indonesia Tantang Mahasiswa Berinovasi Lewat Ajang KYIA 2018

oleh

PT Kino Indonesia keliling Perguruan tinggi di 13 daerah untuk menggugah semangat mahasiswa untuk berinovasi dengan idenya melalui ajang Kino Youth Innovator Award 2018

 

SURABAYA, kilasjatim.com: PT Kino Indonesia memotivasi mahasiswa dalam membuat inovasi dan berani mendaftarkan idenya dalam ajang Kino Youth Innovator Award 2018.

Untuk menjaring minat tersebut Kino mengadakan Road to KYIA 2018 dengan acara talkshow bertema Tomorrow’s Innovator, Embracing Challenges, Shaping the Future, yang diadakan di 13 universitas di Indonesia, di antaranya Universitas Airlangga (Unair).

President Committee of Kino Youth Innovator Award (KYIA) 2018, Mamat Rahmat mengatakan, talkshow ini untuk mengenalkan dan memotivasi mahasiswa dalam membuat inovasi.

Sebagai perusahaan yang inovatif, Kino pun selalu berusaha menangkap tren terbaru dan menerjemahkannya dalam produk inovasi yang menjawab keinginan masyarakat tersebut.

“Melalui talkshow ini, Kino berharap anak muda Indonesia termotivasi untuk berinovasi dan berani mendaftarkan idenya dalam ajang Kino Youth Innovator Award 2018,” kata Mamat saat di Unair Surabaya, Selasa (17/04/2018)

Ditambahkan, KYIA sebenarnya adalah tantangan dan tolok ukur apakah anak muda Indonesia berani berinovasi serta senantiasa mengoptimalkan diri menjadi sang innovator yang membawa nama baik Indonesia, masa kini dan mendatang.

Sementara itu, dalam kesempatan talkshow bersama mahasiswa dsri berbagai perguruan tinggi di Surabaya, Product Innovation Manager PT Kino Indonesia, Herlina Alam, membagikan tips cara berinovasi yang tepat.

“Pada dasarnya banyak sekali jenis inovasi yang dapat kita lakukan. Tetapi waspadalah, karena inovasi itu sendiri sama dengan gambling. Inovasi yang tidak diterima masyarakat, akan membuang waktu dan biaya,” jelas Herlina.

Menurutnya, tips yang berlaku dalam inovasi di antaranya tepat waktu, dalam artian  tidak lebih cepat, tidak terlambat. Kemudian pilihlah inovasi yang paling tepat untuk dikembangkan, ikuti tren, gunakan insting bisnis.

“Produk Inovasi tidak semuanya bisa laku di pasaran. Di Kino saja, produk yang berhasil menjadi andalan bisa jadi hanya satu. Sisanya hampir 50 persen produk inovasi ditarik dari pasaran,” tegasnya.

Dalam paparannya Herlina menjelaskan, produk yang dibuat mengikuti tren bisa mengembangkan produk yang ada. Seperti beberapa produk di Kino yang terus berkembang.

“Masker di Kino, dulu dalam bentuk bubuk, kemudian dikembangkan bentuk pasta dan sekarang dalam bentuk kertas. Jadi tidak butuh wadah lagi untuk menyusunnya,” paparnya. (kj3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *