Gubernur Jatim Minta Bimbingan Konseling Siswa Ditingkatkan

oleh

Surabaya, kilasjatim.com: Gubernur Jatim Soekarwo meminta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jatim untuk meningkatkan bimbingan konseling bagi siswa sekolah. Caranya dengan melibatkan guru Bimbingan Konseling (BK) di setiap sekolah untuk aktif menyapa siswa dan mengajaknya berbicara.

“Guru BK itu tempatnya dibuat bagus jadi siswa bisa lebih nyaman curhat, tidak cuma urusan sekolah saja tapi juga urusan lain,” katanya saat menerima audiensi pengurus PGRI Jatim di ruang kerjanya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (30/7).

Menurutnya, salah satu permasalahan saat ini adalah alienasi, dimana orang merasa sepi di tempat ramai. Ini tak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi siswa sekolah pun bisa merasakan hal ini.

Untuk itu, sekolah lewat guru BK-nya harus lebih proaktif menyapa siswa. “Sekolah harus bisa menyelesaikan masalah ini. Siswa diajak bicara, disapa, biarkan mereka curhat masalah yang dialaminya,” ujarya.

Pihaknya juga meminta PGRI untuk ikut mengevaluasi sistem pendidikan yang harus memberikan output pada pembentukan karakter siswa. Beberapa masalah OTT kepala daerah beberapa waktu lalu adalah soal integritas

“Jadi bagaimana sistem pendidikan kita itu melahirkan orang-orang yang berkarakter,” ucap Pakde Karwo, sapaan akrabnya.

Terkait rencana peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Ke-73 PGRI sekaligus Hari Aksara Internasional ke-55 Provinsi Jatim di Sumenep 17 November mendatang, Pakde Karwo menyambut baik dan siap mendukung. Beberapa usulan juga disampaikan mulai dari teknis pelaksanaan sampai konsep acara.

“Kalau misal seminar, harus dibuat semenarik mungkin dengan tema yang bermanfaat bagi para guru, sehingga mereka tertarik mengikuti sampai selesai,” katanya.

Ketua PGRI Jatim, Ichwan Sumadi menambahkan, kunjungan pengurus PGRI Jatim kali ini adalah menyampaikan progres persiapan pelaksanaan HUT PGRI dan Hari Aksara mendatang. Acara yang akan dihadiri sekitar 30 ribu guru se-Jatim ini akan diikuti berbagai rangkaian acara seperti seminar dan simposium. (Wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *