BSI Gencar Kembangkan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

oleh

Berbagai kegiatan sosial yang dilakukan BSI untuk masyarakat setempat dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah

 

SURABAYA, kilasjatim.com: PT Bumi Suksesindo (BSI)
operator tambang emas di Banyuwangi terus meningkatkan program-program sosialnya
melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dan mengembangkan program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Di antara program-program yang telah dijalankan
antara lain pendampingan petani padi dengan penerpan metode SRI (System of Rice
Intensification), pendampingan petani kopi dan pendampingan usaha kecil menengah.

Presiden Direktur PT BSI, Adi
Adriansyah Sjoekri, mengatakan, apa yang dilakukan BSI bertujuan untuk meningkatkan dampak positif kehadiran perusahaan kepada masyarakat.

“Program-program ini kami adakan untuk mendukung kemandirian masyarakat secara sosial-ekonomi. Karena kami (BSI) tidak selamanya ada di Sumberagung,” jelas Adi
Boyke seraya menambahkan pihaknya juga memastikan bahwa program-program sosial PT BSI dapat berjalan dengan lancar dan tidak tumpang tindih dengan program-program
pemerintah.

Saat ini keberadaan BSI memasuki tahun keenam sebagai operator tambang emas di Tumpang Pitu Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Selama itu, PT BSI berhasil melampaui tiga fase penambangan, yaitu
eksplorasi, konstruksi dan saat ini merupakan tahun kedua fase produksi.

Perbaikan infrastruktur oleh BSI diharapkan melancarkan roda perekonomian warga setempat

 

Program CSR itu sendiri dilakukan semenjak fase tahun ke dua produksi, PT BSI terus meningkatkan program-program sosialnya. Dan pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak pemerintah untuk memastikan agar tepat sasaran.

Secara formal, PT BSI telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai pelaksanaan CSR bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. MoU ini ditandatangani Direktur PT BSI, Cahyono Seto dan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas pada Kamis (12/4)

“Sebagai aset Pemkab Banyuwangi, BSI berkomitmen untuk terus mengambil inisiatif dan
berkontribusi secara langsung dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi. Besarnya dukungan dan kerjasama dengan Pemerintah serta masyarakat Banyuwangi menjadi salah satu kunci keberhasilan PT BSI beroperasi secara
optimal di tambang emas Tujuh Bukit,” jelas Seto saat itu.

Selain penandatanganan MoU CSR, pada semester pertama 2018 ini PT BSI telah
merealisasikan program-program lainnya, seperti infrastruktur pendidikan di 17 lembaga pendidikan TK dan SD di wilayah Kecamatan Pesanggaran, pengoperasian empat buah bus sekolah.

Kemudian 180 beasiswa untuk tingkat SD, SMP, SMA dan Strata-1. Di bidang pendidikan, Mobil Layanan Kesehatan (MLK) juga telah beroperasi. Mobil ini menjangkau daerah-daerah yang masih sulit mengakses fasilitas dan layanan kesehatan. Pengoperasian MLK ini bekerjasama dengan Puskesmas Pesanggaran, Sumberagung dan Siliragung sebagai representasi pemerintah bidang kesehatan.

Selain itu, saat ini PT BSI sedang menyelesaikan proyek pembangunan jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer di Desa Sumberagung. Jalan ini merupakan akses utama menuju pantai wisata Pulau Merah dan Pancer.

“Semoga dengan selesainya pembangunan jalan ini
dapat mendorong peningkatan pengunjung wisata karena jalannya bagus,” harap Adi. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *