BI Jatim Dorong UMKM Go Global Mulai Menunjukkan Hasil

oleh

 Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah 

SURABAYA, kilasjatim.com: – -Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur terus berupaya mendorong akselerasi ekspor. Termasuk ekspor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), sebagai bentuk dukungan terhadap upaya mengurangi defisit transaksi berjalan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengatakan, pihaknya terus menanamkan, bahwa menembus pasar global bukan hal mustahil.

“BI ingin menanamkan mindset kepada UMKM, bahwa menembus pasar global bukanlah suatu hal yang mustahil. Untuk itulah, BI Jatim kemudian melakukan berbagai program untuk memfasilitasi UMKM agar mampu menembus pasar luar negeri,” ujar Difi di acara Bincang Bareng Media (BBM) di Surabaya, Rabu (11/9).

BI Jatim saat ini telah memfasilitasi 11 UMKM mitra BI se-Jawa Timur dari wilayah Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Malang, dan Kediri yang menjalin kerjasama dengan importir asal Singapura, Anapana yang telah membuka peluang pasar bagi UMKM Jawa Timur untuk berekspansi ke pasar global.

“Tidak hanya Singapura, namun juga ke negara-negara lain seperti Hongkong dan  Kanada,” ujar Difi.

Sinergi penguatan ekspor UMKM dengan menggandeng berbagai komunitas ini akan terus dilanjutkan. Termasuk juga pendampingan kepada UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas dan kualitasnya untuk bersaing di pasar global.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Industri Kecil Menengah (IKM) Jawa Timur Muhammad Oskar menambahkan, sinergi BI Jatim dengan Forum IKM telah dilakukan sejak 2018.

“Sekarang ini banyak produk UMKM Jatim diterima di pasar Singapura. Seperti teh hijau dan teh hitam berlabel Si Taraa di pasar Singapura kemudian keripik singkong dan keripik pisang negara tujuan Malaysia,” jelas Oskar.

Sinergi penguatan ekspor UMKM dengan menggandeng berbagai komunitas ini akan terus dilanjutkan, termasuk juga pendampingan terhadap UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas produk mereka untuk bersaing di pasar global.

” Kami mengajak UMKM berani tampil dengan pameran di luar negeri sekaligus reset pasar di Singapore khususnya di toko oleh oleh untuk masuk memang tidak mudah butuh proses. Disana kami kerjasama dengan howmart produk dari Jatim dapat respon, hanya pada kemasan yg perlu di perbaiki,” jelasnya. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *