ABB mendukung The Making of Indonesia 4.0

oleh

Surabaya, kilasjatim.com: ABB Indonesia, perusahaan teknologi terdepan dunia, terus berkomitmen mendukung roadmap Pemerintah dalam ‘Making Indonesia 4.0’. dengan menghadirkan serangkaian teknologi digital lintas industri berupa solusi smart sensor, digital power train serta robot YuMI yang berkolaborasi di acara penyelenggaraan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementrian Perindustrian di Surabaya pada tanggal 17-18 September 2019.

“Kami berkomitmen untuk menjadi bagian dari transformasi digital ekonomi Indonesia. Baik itu mengenai efisiensi energi, manufaktur maju atau infrastruktur perkotaan, ABB memiliki produk, solusi, dan penawaran layanan yang luas untuk melengkapi peta jalan Indonesia di masa depan dalam revolusi industri keempat, “ ungkap Michel Burtin, Presiden Direktur ABB Indonesia.

Dunia sedang mengalami perubahan teknologi transformasional. Perubahan revolusioner yang disebut revolusi industri keempat (Industri 4.0) ini berdampak pada cara orang hidup, bekerja, dan berkomunikasi, pemerintahan, pendidikan, perawatan kesehatan dan perdagangan serta berdampak pada lanskap industri dan energi global. Teknologi digital mendorong transformasi cepat di seluruh industri, sistem energi juga berubah terutama didorong oleh energi terbarukan.

Dari hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni sebesar 78%. Di atas Indonesia terdapat Vietnam sebesar 79%, sedangkan di bawah Indonesia ditempati Thailand sekitar 72%, Singapura 53%, Filipina 52% dan Malaysia 38%. Riset McKinsey juga menunjukkan, industri 4.0 akan berdampak signifikan pada sektor manufaktur di Indonesia. Misalnya, digitalisasi bakal mendorong pertambahan US$150 miliar atas hasil ekonomi Indonesia pada 2025. Sekitar seperempat dari angka tersebut, atau senilai US$38 miliar, dihasilkan oleh sektor manufaktur.

Di Indonesia, melalui Kementerian Industri, Making Indonesia 4.0 bertujuan memberikan arah dan strategi yang jelas bagi pergerakan industri Indonesia di masa yang akan datang, termasuk di lima sektor yang menjadi fokus dan 10 prioritas nasional dalam upaya memperkuat struktur perindustrian Indonesia.

Lima sektor yang ditetapkan pemerintah makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, bahan kimia, elektronik, dan otomotif, yang menyumbang 60 persen dari PDB dan ekspor Indonesia, sebagai sektor prioritas untuk pembangunan untuk mengantisipasi era ini. Hampir satu dari lima populasi pekerja di Indonesia bekerja di sektor manufaktur dan Surabaya sendiri sebagai kota industri memegang peranan penting untuk turut serta mensukseskan pengiplementasian Industri 4.0.

Produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur pada triwulan I tahun 2019 Q to Q mengalami pertumbuhan sebesar 8,42 persen, sementara dalam YoY tumbuh 5,23 persen. Adapun sejumlah sektor industri manufaktur mikro dan kecil yang mengalami pertumbuhan lebih dari 10 persen pada Triwulan l tahun 2019 (Q to Q), diantaranya:
Industri Makananan, dengan pertumbuhan 10,93 persen.
Industri percetakan dan Reproduksi Media Rekaman, dengan pertumbuhan 16,46 persen.
Industri Furniture, dengan pertumbuhan 19,08 persen.

Dengan pertumbuhan sejumlah sektor industri manufaktur yang kian meningkat, ABB menawarkan teknologi inovatif terbaru dengan menghadirkan ABB Ability ™ Digital Powertrain dengan drive demo terintegrasi, motor dengan sensor dan pompa cerdas, serta IRB 14000 YuMi ® robot bergerak untuk melakukan perakitan.

Making of Indonesia 4.0 akan menjadi pendorong pertumbuhan yang kuat untuk memperkuat posisi Indonesia di kawasan dan dunia. Sebagai pemimpin teknologi dengan kehadiran kuat di Indonesia selama lebih dari 30 tahun, ABB Indonesia berkomitmen untuk menjadi bagian dari transformasi ini. kj5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *