UMKM Kuliner Terpuruk Kena Hempas Pandemi, #Bangkit Bersama GoTo

oleh

Cak Rusdi (40th) pedagang nasi goreng di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Dharmahusada, Surabaya. Dari Gofood ini pula Cak Rusdi menangguk keuntungan dan bisa melanjutkan roda perekonomian keluarganya.


KILASJATIM.COM, Surabaya – Pandemi Covid -19 membawa banyak perubahan dalam kehidupan berbagai lapisan masyarakat. Tak terkecuali masyarakat berpenghasilan kecil yang paling merasakan dampaknya.

Kaum marginal di negeri ini terpuruk karena akses berusaha terhalang dengan berbagai kebijakan pemerintah yang ingin mengatasi agar covid tidak merembet kemana mana dengan menerapkan aturan mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tahun pertama 2020 ditemukannya virus Corona kemudian berlanjut lagi dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di tahun 2021, otomatis perekonomian kalangan masyarakat berpenghasilan rendah lumpuh.

Tak terkecuali Cak Rusdi (40th) pedagang nasi goreng yang berjualan di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Dharmahusada, Surabaya. Di saat pandemi
pedagang di beberapa SWK merasakan paling terdampak, jam buka jualan harus persingkat sebelum jam 8 malam, bahkan awal PPKM sempat ditutup penuh alias tidak boleh berjualan.

“Satu setengah tahun kebelakang itu sangat sulit sekali, sehingga siang juga harus kerja yang lain, karena tidak ada pemasukan. Padahal disisi lain, pengeluaran pasti ada kayak cicilan, uang sekolah anak. Apalagi sempat tidak boleh makan di lokasi,” kisah cak Rusdi mengawali.

Cak Rusdi tak putus asa, lantas dia pun memutar otak agar dapur rumah tangganya tetap ngebul dan kebutuhan sehari hari bisa terpenuhi meski harus bersusah payah.

Beruntung Cak Rusdi yang meneruskan usaha orang tuanya di ini sudah sudah tergabung sebagai pedagang kuliner di Gojek tahun 2016, yang diikuti oleh populernya aplikasi Gojek di Surabaya.

“Gojek menawarkan para pedagang SWK untuk bergabung, awalnya belum langsung gabung, eh tetapi semua orang (pedagang lain) tiba-tiba rame pesanan dan akhirnya bergabung. Tak terasa 5 tahun berlalu dan sangat terasa sekali dukungan dari Gojek lewat GoPay dan GoFood. Pembeli yang langsung datang atau makan di tempat kan jelas tidak boleh lantaran larangan PPKM tidak boleh ada kerumunan atau lainnya. Gofood yang menyelamatkan ekonomi keluarga saya karena masih tetap bisa berjualan secara online,” paparnya.

Disitulah GoFood sangat membantu menjadi solusi. Prinsip yang dilakoni Cak Rusdi kalau jualan, semangatnya ga boleh patah arang karena semua demi keluarga.

Dari Gofood ini pula Cak Rusdi menangguk keuntungan dari hasil paling besar yang dia rasakan saat bulan puasa Mei 2021.

“Dari tabungan saya selama ini berhasil beli rumah sendiri dari awalnya kontrak, sehingga bisa dekat dengan sentra kuliner dan tidak perlu pindah-pindah lagi. Di saat PPKM yang berlanjut terus saya sudah tidak kebingungan, karena pesanan gofood lewat online masih berjalan lancar. Terima kasih saya kepada perusahaan GoJek yang menyelamatkan saya dan keluarga ,” tukas Cak Rusdi yang kini bersama rekan rekan lainnya tergabung dalam gerakan nasional #BangkitBersama yang digagas grup GoTo .

Cak Rusdi sangat merasakan pencapaian hasil dari keikutsertaannya tersebut. Bahkan Cak Rusdi berpesan
buat temen-temen yang terdampak tetap semangat, tetap berusaha demi keluarga sekuat tenaga.

“Kita tidak boleh menyerah dan harus maju terus berusaha, dengan cara bagaimanapun baik online maupun offline, biar pulih seperti dulu. Apalagi kini Gojek dan Tokopedia bergabung, peluang kita bisa lebih ramai. Harapan bergabungnya Gojek dan Tokopedia, dapat membantu pengusaha UMKM bangkit bersama dan jadi ramai lagi. Jangan ragu gabung di Gojek,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, gerakan nasional #BangkitBersama yang digagas grup GoTo yang dimulai dari daerah-daerah, termasuk Surabaya, gerakan #BangkitBersama di Surabaya, agar UMKM lokal mampu bangkit setelah sempat meredup di tengah pandemi dan produknya dan bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ekosistem GoTo mendukung kemajuan UMKM termasuk salah satunya di Surabaya dengan dukungan Teknologi dan Non-Teknologi.

Lewat dukungan promosi dan pemasaran GoFood, para pedagang makanan berskala UMKM di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Dharmahusada memperoleh kenaikan transaksi hingga 28% Lewat dukungan Tokopedia pada gelaran Jatim Fair Hybrid 2021, mitra UMKM lokal memperoleh kenaikan nilai transaksi hingga 13x lipat.

Tidak hanya melalui program yang bersifat promosi, GoTo juga berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan Pemerintah Kota Surabaya juga menghadirkan beragam program pengembangan skill bagi para pelaku UMKM lewat Kelas Maju Digital Pemula.

Lewat pelatihan ini diharapkan UMKM dapat meningkatkan kemampuan bisnisnya dan memperkuat daya saing. Tidak hanya itu, secara berkelanjutan GoTo melalui GoTo Financial, dengan didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan Jawa Timur, akan mendorong pelatihan manajemen keuangan bagi UMKM di Surabaya untuk mendorong tumbuhnya literasi keuangan, serta mendorong UMKM Surabaya go-digital lewat GoFood dan Tokopedia.

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi pun menyambut gembira UMKM Surabaya sudah go digital melalui ukuran tangan Gofood dan Tokopedia.

“UMKM nya Kota Surabaya sudah menjadi ujung tombak ekonomi surabaya, mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Terlebih akan lahir UMKM-UMKM baru yang dibantu dengan digital. Karena mau tidak mau, UMKM ini akan bergerak hebat kalau dia ini juga bermain dengan digital, apalagi pas masa pandemi ini. Karena otomatis orang akan memesan lewat digital, mau lewat Gojek atau menggunakan GoPay,ujar Cak Eri panggilan akrabnya seraya menambahkan, tidak akan terjadi pergerakan UMKM kalau kita tidak berkolaborasi. Hal ini sendiri dibuktikan dengan kisah bagaimana Gojek GoPay Tokopedia ini jadi GoTo, jadi satu dan mengembangkan UMKM seperti di Sentra Wisata Kuliner ini.

“Ada orang pesan jadi tidak harus datang karena bisa melalui digital, jadi bisa berjualan dari rumah. Pada saat itu Pemerintah harus jadi fasilitator, dan harus bangkit bersama. Bangkit bersama itu kalo buat saya ketika menggunakan GoTo ini, ketika GoTo-nya bergerak, warga Surabaya juga bergerak ekonominya. Disisi lain, kemudahan akan didapat oleh masyarakat, sehingga driver Gojek bergerak dan mendapatkan penghasilan. Disisi lain juga (pedagang) yang barangnya dibeli juga akan dapat penghasilan, sehingga semua sejahtera,” paparnya.

Adhi Setyo, Pemilik Nasi Uduk Betawi_Surabaya

Kesejahteraan para UMKM yang menjadi mitra Gofood hanya bisa dicapai dengan kegigihan dan ketelatenan. Terlebih lagi di masa pandemi yang hampir mencapai 2 tahun lamanya.

Seperti yang disampaikan
Adhi Setyo Priyoso, pemilik usaha kuliner, Nasi Uduk Betawi di Surabaya . Menurut pria kelahiran tahun 1982 ini, menjalankan bisnis kuliner, terlebih di masa pandemi memang penuh tantangan. Bisnis nasi uduknya sendiri sempat mengalami penurunan transaksi, hingga akhirnya ia memilih untuk fokus mengembangkan hanya 1 outlet rumah makan Nasi Uduk Betawi di daerah Wiyung, Surabaya.

Tantangan silih berganti, faktor eksternal juga memberi pengaruh terhadap usaha, namun Adhi meyakini bahwa setiap individu perlu memiliki mindset yang terbuka. Sejak bergabung dengan Gofood di tahun 2015, Adhi merasakan betul kesempatan yang semakin terbuka lebar lewat keberadaan usahanya di platform digital GoFood.

“Disini dibutuhkan strategi dan tidak sekedar mengandalkan dari platform yang kita ikuti. Pentingnya networking dan kolaborasi untuk semakin memperluas wawasan dalam berbisnis dan menemukan kesempatan.Dengan berdiskusi bersama para pelaku usaha, saya mendapat banyak pengetahuan dan inspirasi untuk bertahan di masa sulit, bahkan dapat tetap mengembangkan usaha. Saya pelajari bagaimana rekan-rekan saya menerapkan strategi marketing seperti beriklan lewat media sosial, membuat program diskon sampai bagaimana terus menjaga kepercayaan pelanggan hingga dapat mempertahankan rating yang bagus di aplikasi GoFood,” papar Adhi.

Kabar baiknya lagi, di GoFood, hal-hal ini dapat dilakukan secara mudah dengan mengakses aplikasi untuk mitra usaha, GoBiz, mulai dari beriklan, memilih program promosi bisa saya lakukan secara mudah dalam 1 aplikasi. Selain itu, tips yang diberikan GoFood juga beragam, mulai dari tips meningkatkan rating di aplikasi online hingga tips pemasaran kreatif juga rutin dibagikan.

“Alhamdulillah dengan kami menggunakan beberapa tips tersebut Nasi Uduk Betawi berhasil mengalami kenaikan omzet 10 hingga 20 persen setiap bulan di awal tahun 2021 ini,” pungkas Adhi optimis.

Banyak terobosan baru yang dilakukan GoJek , selain kolaborasi dengan Tokopedia, banyak ragam penawaran yang semuanya bertujuan membantu perekonomian mitra driver dan UMKM yang tergabung di dalamnya.

Seperti yang baru saja dilakukan khususnya Gofood yang menghadirkan GoFoodieland, festival rasa UMKM virtual terbesar di Indonesia yang menghadirkan 30.000 mitra UMKM yang tidak hanya memanjakan pelanggan dalam menikmati ragam kuliner terbaik, tetapi juga mendorong pertumbuhan bisnis mitra UMKM.

GoFoodieland merupakan bagian dari gerakan #BangkitBersama untuk mendukung mitra UMKM lokal terus tumbuh di tengah pandemi dengan meningkatkan visibilitas mereka untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya bersama Ichmeralda Rahman, Global Head Marketing GoFood , sepakat #BangkitBersama untuk mendukung mitra UMKM lokal terus tumbuh di tengah pandemi dengan meningkatkan visibilitas mereka untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Disampaikan Ichmeralda Rahman, Global Head Marketing GoFood , di GoFood, pihaknya terus mencari cara baru untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin mengandalkan layanan pesan-antar makanan online.

“Kemudahan yang ditawarkan GoFoodieland, pelanggan tidak hanya dapat mengakses puluhan ribu ragam kuliner nikmat, tapi mereka juga dapat merasakan serunya menjelajah kuliner di tengah suasana festival melalui sejumlah aktivitas seru yang menghibur. Di saat yang sama, kami juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung bisnis mitra UMKM di masa pandemi,” kata Ichmeralda dalam acara yang digelar secara Virtual Selasa (16/11/2021).

Bak gayung bersambut Festival Kuliner seperti yang ditawarkan Gofood ternyata sejak lama dirindukan pedagang kuliner di berbagai daerah, tak terkecuali Surabaya. Rupanya para pedagang ini rindu dengan kehadiran pembeli agar bisnis kuliner mereka bisa.lebih berkembang lagi.

Sebagaimana pengakuan
Didit Helditia, pemilik Nasi Kuning Roemah Naskoen yang merupakan salah satu mitra UMKM GoFood, dirinya sudah sejak lama memimpikan ada “Festival Kuliner , dan semuanya dijawab oleh GoJek

“Sejak lama saya menunggu adanya even semacam ini, format yang kreatif yang dihadirkan GoFoodieland saya harap dapat membantu kami untuk menarik dan menjangkau pelanggan lebih luas lagi, dan membantu bisnis kami untuk terus berkembang di masa yang penuh tantangan ini,” urai Didit.

Surabaya terpilih sebagai salah satu kota untuk penyelenggaraan Festival Kuliner karena Surabaya dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner karena banyaknya industri rumahan kuliner yang terkenal sampai ke kota-kota lain.

Chief Food Officer Gojek – Catherine Hindra Sutjahyo beralasan, dari data yang ada mencatat anggota Komunitas Partner GoFood (KOMPAG) Surabaya mencapai lebih dari 5000 UMKM dan merupakan kota dengan basis anggota terbesar ketiga setelah Jakarta dan Bandung. Fokus GoTo adalah untuk memberdayakan berbagai UMKM di Surabaya agar dapat tumbuh kembang.

“Dengan dukungan solusi digital dari GoTo bersama inisiatif seperti Sentra Wisata Kuliner dari Pemerintah Kota Surabaya, Kami percaya UMKM di Surabaya akan #BangkitBersama, makin berkembang dan tidak kalah saing dengan produk-produk brand besar,” jelasnya.

Apa yang dilakukan GoJek dengan beragam terobosannya mendapat apresiasi dan dukungan Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah, menurutnya program GoFoodieland sebagai kreativitas di tengah keterbatasan di masa pandemi yang tentunya menjadi angin segar bagi konsumen untuk melakukan petualangan kulinernya.

“Kami harap GoFoodieland yang dikemas secara menarik dapat menjadi sarana pelepas rindu penikmat kuliner yang juga akan berdampak positif bagi para UMKM kuliner untuk bertahan dan terus tumbuh di masa penuh tantangan ini. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk terus mendorong pemulihan ekonomi nasional,” tutup Siti Azizah. (Nova)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *