Puti Guntur dan kemenparekraf berdialog dg pelaku ekonomi kreatif di Surabaya

oleh

KILASJATIM.COM, SURABAYA – Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bangkit. Ratusan pelaku UMKM bertekat untuk bangkit dengan melakukan inovasi-inovasi di era digital.

Keinginan bangkit diungkapkan pelaku UMKM dalam ‘Dialog Kreatif Bersama Komunitas Pelaku Ekonomi Kreatif’ di Fairfeld Hotel, Jalan Mayjen Sungkono Surabaya. Dalam dialog ini dihadiri virtual Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno, dan didatangi secara langsung Direktur Wisata Pertemuan, Konvensi, Insentif dan Pameran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Masruroh, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Antiek Sugiarti. Acara tersebut juga mendatangkan narasumber, Muhammad Anwar sebagai konten creator dari Batu, Jawa Timur.

“Kami menyesuaikan alokasi anggaran untuk membangun sinergitas dan membantu pelaku ekonomi,” kata Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno.

Puti menuturkan, banyak pekerjaan yang dilakukan DPR untuk mending bangkitnya pelaku usaha, diantara yang paling penting adalah revisi UU tentang kepariwisataan. Revisi ini dibutuhkan karena pelaku ekonomi sedang melakukan pemulihan, termasuk pemulihan pariwisata.

“Kita mendorong pelaku usaha untuk melakukan adaptasi secara cepat. Inovasi juga dibutuhkan untuk mensikapi perubahan-perubahan selama masa pandemi,” ujarnya.

Direktur Wisata Pertemuan, Konvensi, Insentif dan Pameran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Masruroh mengatakan, sektor pariwisata terdampak terhadap pandemi selama ini. Untuk itu, kegiatan yang berkaitan dengan pelaku ekonomi sangat dibutuhkan supaya mampu bangkit.

“Mbak Puti (Anggota Komisi X DPR RI) membuat inovasi baru dalam meningkatkan ekonomi kreatif. Kami menerjemahkan dilapangan dengan melakukan peningkatan kualitas pelaku ekonomi,” katanya.

Supardi, Pelaku Ekonomi Enceng Gondok mengaku sangat senang dengan event-event seperti ini. Menurut dia, pertemuan dengan banyak orang semakin mengasah kemampuan untuk melakukan inovasi prodak. “Sekarang saja kita bersentuhan dengan media social. Ini mempermudah untuk meningkatkan penjualan,” katanya.

Meski demikian, ia mengharapkan ada anak muda yang mampu memasarkan produk-produk secara digital. Mereka bisa membuat konten yang bagus dan memiliki pengaruh besar terhadap prodak milik UMKM. “Kan enak ada yang bergerak dalam bidang promosi dengan menggunakan digital,” ujar dia. kj1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *