PT HM Sampoerna Tbk Salurkan Bantuan APD Alat Medis Ke Pemprov Jatim

oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Pariwasa menerima sejumlah bantuan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 yang diberikan oleh PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui Yayasan Social Transformation and Public Awareness (STAPA) Center. Bantuan yang diberikan meliputi Bantuan yang diserahkan berupa Alat Perlindungan Diri (APD) medis lengkap, alat cuci tangan portabel, alat semprot disinfektan, cairan antiseptic untuk tangan hingga masker.

Khofifah mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kegotongroyongan masyarakat Jatim dan seluruh elemen strategis. Khofifah optimis, dengan bersama-sama Jatim bisa melakukan pencegahan penyebaran COVID-19. “Saya melihat ada kegotongroyongan masyarakat Jatim dan seluruh elemen untuk bisa bersama-bersama menjadi bagian yang bisa membantu pencegahan COVID-19. Sebagian besar untuk Tenaga kesehatan, untuk dokter dan perawat,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Direktur Yayasan Stapa Center, Agus Rohmatulloh. Agus mengatakan bantuan ini merupakan kontribusi bersama STAPA Center dan Sampoerna untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 khususnya di Jawa Timur.

“Jadi selain kepentingan medis juga untuk kepentingan masyarakat. Kita coba penuhi di tahap pertama ini. Nanti ada tahap selanjutnya yang berhubungan dengan medis. Entah itu ventilator, ambulans dan lain-lain,” ujar Agus.

Selain bantuan pada Pemprov Jatim, Agus juga menyebut pihaknya menyerahkan bantuan ke tiga kabupaten atau kota di Jatim, yakni Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kota Malang.

Dalam pendistribusian bantuan ke masyarakat lewat program Pengurangan Resiko Penyebaran dan Penularan COVID-19 di Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial tersebut, Yayasan Stapa Center juga telah menyiapkan sejumlah relawan yang tersebar di kabupaten/kota penerima bantuan.

“Mereka akan bersinergi dengan Satgas dan jaringan relawan yang ada di sana. Kita semua berharap pandemi COVID-19 ini segera berlalu dan kondisi Jatim dapat kembali normal. Program-program Pemprov juga dapat kembali berjalan sesuai perencanaan yang ada,” pungkasnya.

Saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah memasuki masa persiapan dan sosialisasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan dimulai tanggal 28 April 2020 yang akan datang. Penerapan PSBB di Jawa Timur ini meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik. Jawa Timur menyusul beberapa daerah di Indonesia yang sudah lebih dulu memberlakukan PSBB seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan juga Riau. (kj1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *