PHEI  – BEI  : Indonesia Bond Market Update Q4-2024: Momentum di Depan Mata

oleh -412 Dilihat

Seminar Indonesia Bond Market Update Q4-2024: Momentum di Depan Mata”, Kamis (19/9/2024) digelar PHEI dan BEI memberikan pencerahan dan meningkatkan literasi pasar surat utang yang lebih luas, (ist/dok)

KILASJATIM.COM, Surabaya –  PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) bekerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Timur menyelenggarakan Seminar “Indonesia Bond Market Update Q4-2024: Momentum di Depan Mata”.

 Seminar yang diselenggarakan di Auditorium Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur di Surabaya ini dihadiri oleh Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) KOMDA VI Jatim, Bali dan sekitarnya beserta anggota ADPI Jawa Timur, Emiten yang berdomisili di Jawa Timur serta Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi pasar surat utang yang lebih luas ke daerah yang memiliki potensi dalam pengembangan pasar surat utang.

M. Kadhafi Mukrom , Direktur Utama PHEI berharap kegiatan ini  dapat menjadi forum diskusi terkait pasar surat utang.

” PHEI turut berperan aktif dalam memberikan edukasi pasar obligasi kepada publik dan diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan literasi pasar modal dan pasar surat utang khususnya di wilayah Jawa Timur,” ujar  Dhafi seraya menambahkan bahwa pada masa mendatang, kegiatan sejenis akan dilakukan juga di beberapa daerah lainnya di Indonesia.

 Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Timur, Cita Mellisa dalam sambutan singkatnya  menyampaikan apresiasinya kepada PHEI atas  penyelenggaraan seminar di Jawa Timur.

“Jawa Timur sendiri memiliki total investor kurang lebih sebanyak 1,7 juta investor, dengan total Galeri Investasi BEI sebanyak 85, 50 Anggota Bursa dengan rincian 39 AB di Surabaya, 10 AB di Malang dan 1 AB di Sidoarjo, serta terdapat 53 Perusahaan Tercatat,” jelas Cita dan menambahkan bahwa BEI Kantor Perwakilan Jawa Timur siap mendukung kegiatan sejenis demi peningkatan literasi pasar modal di Jawa Timur.

Baca Juga :  Ayla Turbo Diusung ke Ajang GIIAS 2019 Inspirasi Penggemar Modifikasi Mobil

Ifan M. Ihsan (Kepala Divisi Operasional PHEI) dan Roby Rushandie (Kepala Departemen Riset dan Informasi Pasar PHEI) sebagai pembicara pada seminar  memberikan materi “A Guide To Navigating The Bond Market” memberikan penyegaran kepada peserta seminar bahwa berinvestasi di pasar obligasi juga membutuhkan navigasi yang tepat untuk bisa mencapai target investasi yang diharapkan.

Menurutnya, Investor perlu memahami alat navigasi yang tepat untuk bisa membaca arah pergerakan pasar. Di pasar obligasi, terdapat beberapa indikator yang dapat dijadikan acuan bagi investor untuk membantu berinvestasi di pasar obligasi, beberapa diantara yaitu kurva imbal hasil, harga acuan, credit spread, rating, Z-Score, dan juga Index.

“PHEI berupaya untuk bisa menyediakan dan memperkenalkan indikator dan informasi-informasi tersebut kepada investor maupun emiten melalui sistem informasi yang disediakan yaitu TheNewBIPS yang bisa diakses di https://newbips.phei.co.id/,” urai Ifan.

Dari sisi outlook, sebagaimana disampaikan Roby, momentum pasar obligasi semakin terbuka seiring dengan pemangkasan BI Rate sebesar 25 bps ke level 6,00%, dan pemangkasan Federal Funds Rate oleh The Fed yang lebih besar dari perkiraan yakni sebesar 50 bps ke kisaran 4,75%-5,00%.

” Pasar  akan mencermati seberapa cepat laju penurunan suku bunga dan apakah bank sentral akan meluncurkan kebijakan Quantitative Easing. Besar penurunan suku bunga The Fed akan dipengaruhi oleh seberapa besar potensi terjadinya resesi di AS, sedangkan arah BI Rate kedepan akan dipengaruhi tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi nilai tukar Rupiah,” paparnya.

Momentum pasar ditegaskan Roby, diperkirakan masih berlanjut seiring dengan masih terdapatnya peluang pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed dan Bank Indonesia.

” Adapun beberapa risiko yang masih berpotensi membayangi pasar yakni risiko geopolitik, volatilitas nilai tukar, dan defisit fiskal,” pungkasnya. (nov)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.