Perputaran Uang Selama Libur Idulfitri 1445 H Diprediksi Capai Rp157,3 T

oleh -347 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Wakil Ketua Umum (Waketum) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang menegaskan perputaran uang selama libur Idulfitri 1445 H yang diperkirakan mencapai Rp157,3 triliun dirasakan betul oleh pelaku usaha di daerah, khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Para pedagang disebut menerima omzet yang lebih tinggi selama libur Lebaran 2024. Hal ini diketahui Sarman saat melakukan perjalanan mudik ke Kebumen, Jawa Tengah.

Di sepanjang daerah lintasan tujuan mudik, ia melihat ada geliat aktivitas ekonomi yang produktif. Mulai dari bisnis kuliner, souvenir hingga penginapan yang dipadati konsumen dan berbagai objek wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.

“Dari perbincangan saya dengan beberapa pelaku UMKM saat mudik ada yang mengaku omzet mereka naik signifikan selama libur Idulfitri. Ada yang omzetnya naik antara 100-150 persen dari hari biasanya,” ungkap Sarman, Minggu, 14 April 2024.

Ia menuturkan perputaran uang tersebut sekitar 60 persen beredar di Pulau Jawa antara lain di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Jabodetabek, dan Banten.

Gerakkan Roda Ekonomi Daerah

Sarman mengatakan perputaran uang saat Lebaran dapat menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi daerah dari bisnis UMKM makanan khas daerah, sektor pariwisata, hotel, restoran, dan lainnya.

“Perputaran uang tersebut akan meningkatkan pendapatan asli daerah di masing-masing daerah tujuan mudik yang berasal dari pajak hotel, restoran, kafe, retribusi masuk destinasi wisata selama musim libur Idulfitri ini,” jelasnya.

Waketum Kadin itu menjelaskan soal perputaran uang selama libur Lebaran 2024 yang mencapai Rp157,3 triliun didapat dari perhitungan sebanyak 48,4 juta keluarga yang melakukan perjalanan mudik dan diasumsikan setiap keluarga membawa uang rata-rata Rp3,25 juta.

Baca Juga :  HIPMI Tax Center Apresiasi Kebijakan Kemudahan Layanan Pajak

Perputaran uang pun diperkirakan akan bertahan sampai H+7 Lebaran atau Rabu, 17 April 2024, yang mana periode tersebut menjadi puncak kunjungan ke objek wisata di daerah. (bbs/nic)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.