Perputaran Ekonomi di Sektor Parekraf Selama Mudik dan Libur Lebaran 2024 Capai Rp 369,8 T

oleh -362 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyebut perputaran ekonomi pada sektor parekraf saat momen mudik dan libur Lebaran 2024 diperkirakan mencapai Rp 369,8 triliun. Peningkatan pergerakan masyarakat memberikan dampak yang cukup signifikan.

“Perhitungan ini berdasarkan jumlah perkiraan pergerakan masyarakat yang didata oleh Kemenhub, serta persentase masyarakat yang berwisata dan rata-rata pengeluaran wisatawan berdasarkan hasil survei Kemenparekraf,” ujar Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf, Nia Niscaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/4/2024).

Dijelaskan, berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya, didapatkan data-data terkait preferensi aktivitas wisatawan nusantara di momen libur Lebaran 2024. Survei dilakukan terhadap 1.756 responden, dengan hasil survei per 14 April 2024 yang menunjukkan bahwa preferensi daya tarik wisata terbesar masyarakat, yakni pantai/danau sebesar 56,1 persen.

Selanjutnya adalah pusat kuliner (50,8 persen), pegunungan/agrowisata (41,9 persen), taman rekreasi/kebun binatang (29,9 persen), dan pusat perbelanjaan (26,6 persen).

Sementara untuk durasi berwisata meliputi satu hari atau one day trip (49,5 persen) dan dua sampai empat hari (36,2 persen). Adapun preferensi akomodasi, menggunakan hotel berbintang (34,5 persen) dan akomodasi keluarga (26,9 persen).

Kemudian destinasi wisata favorit saat mudik Lebaran 2024 di antaranya, yaitu Malioboro, Ciwidey, Pangandaran, Parangtritis, Puncak Bogor, Ragunan, Lembang, Borobudur, dan Bromo.

“Memang secara statistik pergerakan wisnus terbesar di (pulau) Jawa karena jumlahnya (penduduk) besar, pembangunan infrastruktur juga baik sehingga memberikan kemudahan bagi pelaku wisatawan nusantara di momen mudik dan libur lebaran ini,” ujar Nia.

Rata-rata pengeluaran berwisata per orang diperkirakan sebesar Rp2,73 juta, dengan pengeluaran paling besar digunakan untuk akomodasi, dan secara berturut-turut diikuti oleh transportasi, makan dan minum, serta oleh-oleh.

Baca Juga :  Kendalikan Inflasi karena IHK Meningkat, Gubernur Khofifah Terus Gencarkan Pasar Murah di Berbagai Daerah

“Kemenparekraf akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Bank Indonesia, BPS, Kemenhub, dan pemda terkait realisasi perputaran ekonomi di sektor parekraf selama periode mudik Lebaran 2024,” ungkap Nia.

Meski memberikan dampak, Nia mengatakan, Kemenparekraf mencatat beberapa hal saat terjadi lonjakan pengunjung di destinasi saat momen libur Lebaran 2024.

Berdasarkan pemantauan Kemenparekraf melalui https://sisparnas.kemenparekraf.go.id dan berbagai sumber, hal-hal tersebut mulai dari kemacetan di berbagai titik, kejadian bencana alam dan non-alam, sisa sampah yang membludak, serta laporan masih adanya pungutan liar di beberapa destinasi wisata.

“Penyediaan kantung parkir perlu menjadi perhatian para stakeholder di setiap destinasi. Kemenparekraf juga merekomendasikan pemda untuk mengkomunikasikan komitmen pemerintah dalam menjaga kondusivitas di kawasan wisata dengan melibatkan berbagai pihak terkait, terutama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan praktik pungli secara aktif di destinasi wisata,” pungkas Nia. (bbs/bkj)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.