Pengesahan APBD 2023 Kota Surabaya Diwarnai Lagu Kebyar-Kebyar dan Padamu Negeri

oleh -379 Dilihat
Pimpinan DPRD Kota Surabaya dan Walikota Eri Cahyadi mengibarkan bendera setelah bersama - sama mengesahkan APBD 2023 Kota Surabaya, Kamis (10/11/2022)

KILASJATIM, Surabaya: Tepat peringatan Hari Pahlawan, 10 Nopember 2022, DPRD Kota Surabaya dan Wali Kota Eri Cahyadi menetapkan APBD Tahun Anggaran 2023. Dengan kekuatan belanja Rp 11,2 triliun.

Penetapan dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Surabaya, dimana seluruh legislator dan wali kota bersama seluruh jajaran Pemkot Surabaya kompak memakai kostum pejuang.

Sebelum akhir Rapat Paripurna, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono dan Wali Kota Eri Cahyadi mengajak semua yang hadir untuk menyanyikan lagu Kebyar-Kebyar, karya almarhum Gombloh.

Sontak semua hadirin berdiri, dan menyanyikan lagu yang telah populer dekade 1980-an itu. Diiringi musik yang berkumandang di ruang rapat paripurna.

“Semoga lagu Kebyar-Kebyar membuat kita lebih bersemangat melakukan pengabdian kepada Kota Surabaya, dan negara Indonesia. Merah putih bersemayam di dada kita. Dan, kita bisa meneladani arek-arek Suroboyo, pejuang kemerdekaan, yang telah gugur pada pertempuran heroik pada 10 Nopember 1945,” kata Adi.

Adi, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya, juga mengajak hadirin, seusai rapat paripurna, menyanyikan lagu Padamu Negeri. Suasana penuh semangat mewarnai ruang rapat DPRD Kota Surabaya.

“Kita berharap, sinergi dan kolaborasi antara DPRD, wali kota dan jajaran Pemkot Surabaya, serta seluruh elemen masyarakat Surabaya semakin terbangun kuat dan baik. Semata-mata agar karya-karya pengabdian kita semua dapat membawa Kota Surabaya yang semakin maju, semakin sejahtera dan memakmurkan seluruh warga masyarakat,” kata Adi.

Di Kota Surabaya, dari tahun ke tahun, telah menjadi tradisi antara DPRD dan wali kota untuk menetapkan APBD tahun anggaran berikutnya pada 10 Nopember.

“Hari yang dikenang dan diperingati kita semua sebagai Hari Pahlawan, dimana arek-arek Suroboyo dengan gagah berani dan jiwa patriotisme yang berkobar-kobar bertempur dengan tentara Sekutu, 10 Nopember 1945. Karena cita-cita kemerdekaan dan hidup sebagai bangsa yang berdaulat,” kata Adi.

“Tugas kita semua, mengawal dan mengisi kemerdekaan yang telah diwariskan para pahlawan. Membebaskan dari kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan. Dan, terus bergerak maju melakukan pembangunan yang memakmurkan rakyat,” kata Adi.

Sementara itu Walikota Surabaya, Eri Cahyadi menuturkan, dengan semangat kepahlawanan Pemkot dan dewan mengesahkan APBD 2023. Dimana 40 persennya akan dialokasikan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bagi Eri, UMKM bakal jadi prioritas untuk membangkitkan ekonomi Surabaya.

“Sudah ada program dukungan UMKM yang sudah jalan. Seperti pembukaan kafe untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan usaha menjahit, keduanya cukup efektif. Ini menjadi wujud nyata kami mengentaskan kemiskinan,” ujar Eri.

Menurutnya, pemimpin daerah adalah sinergi kekuatan besar antara Pemkot dengan DPRD. Untuk memajukan sebuah kota, keduanya harus bergerak beriringan. Eri meyakini jika Pemkot dan dewan terus menyatukan langkah, maka kemiskinan dan pengangguran bisa diselesaikan. Tentu saja, angka kesejahteraan masyarakat akan naik.

Disahkan Lebih Awal Agar Penyerapan Maksimal

APBD Surabaya 2023 sengaja disahkan lebih awal dari Peraturan Menteri Dalam Negeri agar penyerapan lebih maksimal. “Pemkot bisa lebih dini merencakan proyek-proyek lelang dan sebagainya. Sehingga tanggal 1 atau 2 Januari, APBD 2023 bisa digunakan,” kata Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono.

Sementara itu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersyukur karena rapat paripurna dengan semangat Hari Pahlawan bisa mengesahkan APBD Surabaya 2023 pada tanggal 10 November. Dengan semangat pahlawan yang selalu menjadi tauladan itu, akhirnya APBD sebesar Rp 11,2 triliun sudah disepakati bersama.

“Ini saatnya kita bangkit bersama, karena APBD Rp 11,2 triliun nanti insyallah 40 persennya akan dikerjakan oleh UMKM Kota Surabaya,” kata Wali Kota Eri.

Menurutnya, 40 persen itu dilakukan melalui program padat karya. Saat ini yang sudah berjalan dan sudah menuai hasil adalah program padat karya paving yang mana para MBR-nya sudah mendapatkan penghasilan sebesar Rp 6 juta. Kemudian program padat karya yang jahit sudah mendapatkan penghasilan Rp 4 juta dan itu semua selalu disupport oleh DPRD Surabaya.

“Jadi, kita sama-sama ingin mengentas kemiskinan dan selalu saya katakan bahwa pemerintah daerah itu bukan pemerintah kota sendiri, tapi pemerintah daerah itu adalah kekuatan besar antara pemerintah kota dengan DPRD-nya. Insyallah kalau kita bergerak bersama, insyalah pengangguran dan kemiskinan bisa kita selesaikan bersama. Matur nuwun (terimakasih) untuk DPRD Surabaya,”ujar Cak Eri sapaan akrabnya itu. (KJ3/ADV)

No More Posts Available.

No more pages to load.