Pandemi Tak Mempengaruhi Nilai Transaksi Perdagangan di BEI

oleh -144 Dilihat

 

KILASJATIM.COM, Surabaya – Bursa Efek Indonesia (BEI) optimis pasar modal Indonesia akan bangkit kembali. Paska pandemi covid 19 sempat mengalami penurunan nilai transaksi , namun seiring waktu dirasakan mulai kembali bergairah.

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi, menyampaikan nilai transaksi perdagangan di pasar modal tercatat Rp6,4 triliun per hari namun pasar secara perlahan mulai bangkit pada Desember 2020 dengan kenaikan nilai transaksi perdagangan mencapai Rp18,4 triliun per hari.

“Data per 4 Juni 2021, nilai perdagangan transaksi sebesar Rp12,8 triliun per hari. Kenaikan nilai transaksi perdagangan disebabkan banyak hal. Diantaranya, vaksinasi yang dilakukan pemerintah secara masif,”kata Hasan Fawsi di acara silaturahim bersama media JawaTimur secara virtual, Selasa (08/6/2021).

Ditambahkan, dari sisi jumlah investor, selama pandemi Covid-19 justru meningkat tajam. Data per 4 Juni 2021, tercatat 2,4 juta investor baik investor asing dan investor domestik.

Selama 2020, sebanyak 51 perusanaan baru melakukan Initial Public Offering (IPO).

“Data per 4 Juni 2021 jumlahnya mencapai 17 perusahaan dan saat ini ada 22 perusahaan lagi yang masih menunggu untuk IPO,” urainya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BEI Surabaya, Dewi Sriana Rihantyasni menambahkan berinvestasi di pasar modal mulai dilirik masyarakat. Apalagi selama pandemi, seluruh aktivitas lebih banyak dilakukan di rumah

“Selama pandemi, masyarakat tertarik berinvestasi di pasar finansial untuk mendapatkan penghasilan dan bisa dilakukan dari rumah. Apalagi saat ini untuk berinvestasi di pasar modal cukup mudah,”ujarnya seraya menambahkan, saat ini jumlah Anggota Bursa di Jawa Timur ada 60, 46 perusahaan dari Surabaya, 12 Malang, 1 Jember dan 1 dari Situbondo. Jumlah emiten 40, aset manajemen 11, Galeri Investasi 56 dan Galeri Investasi Syariah 8.

“Jumlah SRE 384.131 dan jumlah SID 304.924. BEI terus meningkatkan jumlah investor, melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas terutama kaum milenial, mahasiswa dan siswa SMA sederajat,” tutup Dewi Sriana. (kj2)

No More Posts Available.

No more pages to load.