Mengenal Megengan, Tradisi Masyarakat Jawa Timur Menyambut Ramadan

oleh -467 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Tradisi Megengan adalah salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa Timur dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Tradisi tersebut diketahui telah berlangsung secara turun-menurun.

Nama “megengan” sendiri berasal dari kata “megeng” yang bermakna menahan. Dengan demikian makna megengan adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan lain sebagainya.Megengan juga bermakna agar keselamatan senantiasa selalu terjaga selama bulan Ramadan.

Menurut sejarahnya, megengan merupakan akulturasi dari budaya Jawa dan Islam. Hal tersebut dilakukan oleh Walisongo saat menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.

Tujuannya tidak lain adalah agar agama Islam dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Pada masa tersebut, di Jawa terdapat budaya mengantarkan sesajen, kemudian para wali mengganti kebudayaan tersebut dengan mengantarkan makanan/berkat.

megengan digelar pada hari Minggu terakhir di Bulan Sya’ban yang terletak di antara dua bulan mulia yaitu Rajab dan Ramadan. Megengan juga dilakukan sebagai wujud rasa syukur karena masih dipertemukan dengan Bulan Ramadan.

Tradisi Ramadan tersebut diwujudkan dengan membuatkan makanan lalu dibagikan kepada orang-orang yang tinggal di sekelilingnya. Sebelum pelaksanaan tradisi Megengan, masyarakat akan datang ke makam leluhur dan saudara mereka untuk berdoa dan menabur bunga yang mana biasa disebut dengan “nyekar”.

Tradisi Megengan ditandai dengan selamatan di masjid, musala, ataupun langgar. Makanan yang sudah dibuat oleh para wali dikumpulkan di suatu tempat dan dilanjutkan dengan doa-doa yang dipimpin oleh seorang pemuka agama atau tokoh masyarakat. Selanjutnya semua orang yang sudah berdoa tersebut akan mengambil makanan yang tersedia di hadapannya.

Salah satu jajanan khas yang harus tersedia adalah apem yang memiliki filosofi permohonan minta maaf kepada sesama.

Baca Juga :  Patut Berbangga, Festival Rujak Uleg Surabaya Masuk Dalam Bagian 110 Karisma Event Nusantara Kemenparekraf RI

Permohonan maaf tersebut tersimbolkan oleh makanan kue apem yang merupakan salah satu camilan khas Jawa. Apem biasanya disajikan di berbagai acara adat dan tradisi, salah satunya juga megengan. Konon kata apem sendiri diambil dari kata bahasa arab ‘afwan’ atau ‘afuwwun’ yang berarti meminta permohonan maaf. (bbs/bkj)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.