Kadin Jatim Terapkan ERP System Percepat Kinerja Industri Berbasis Digital  

oleh

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Industri Kreatif, Haries Purwoko, dalam paparannya di acara seminar sehari di Ghraha Kadin Jatim Sabtu (28/04/2018)

 

SURABAYA, kilasjatim.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menggandeng ODOO Nusantara, Datacom dan PortCities dalam menerapkan penggunaan teknologi digital (ERP System) 3 dalam upaya percepatan industri dalam negeri.

Dikatakan Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Industri Kreatif, Haries Purwoko,
menghadapi era Revolusi Industri ke-4 dengan meningkatkan daya saing dan produktivitas industri nasional
Kadin Jatim mengikuti yang sudah dilakukan. pemerintah yang mencanangkan pengembangan dan percepatan digitalisasi industri.

“Ada lima sektor industri yang telah ditetapkan menjadi Industri Prioritas menuju Industri 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, industri kimia, industri tekstil dan pakaian jadi, industri otomotif dan industri elektronika,” ujar Haries Purwoko dalam seminar yang mengusung tema “Peningkatan Produktivitas Industri manufaktur melalui ODOO ERP” di Graha Kadin Jatim, Sabtu (28/4/2018).

Dari 10 strategi prioritas nasional, salah satunya adalah membangun infrastruktur digital nasional yang tentunya ini akan mendukung dan sejalan upaya meningkatkan daya saing dan produktivitas industri manufaktur nasional.

Penetapan prioritas itu dengan melihat besarnya kontribusi kelima sektor industri yang mencapai12,67% terhadap total PDB atau 70,86% terhadap PDB industri pengolahan non migas di tahun 2017.

“Dalam hal ini Kadin Jatim bersama ODOO Nusantara, Datacom dan PortCities menggelar seminar dengan tujuan perbaikan produktivitas sektor manufaktur melalui implementasi teknologi sistem informasi atau automasi manufaktur, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan daya saing dan produktivitas industri manufaktur di Jawa Timur,” jelasnya.

Sementara itu, aku Ketua ODOO Nusantara, Agung Hario mengatakan, penerapan teknologi digital seperti “ERP system” dalam peningkatan kinerja perusahaan memang sangat diperlukan. Sebab dengan sistem ini pengusaha bisa mendapatkan data yang akurat dengan cepat dan tepat.

“Jika pengusaha tersebut memerlukan data penjualan misalnya, maka ia tidak harus bertemu dengan marketing. Cukup membuka aplikasi dan mengetahui dari smartphone miliknya kapanpun ia inginkan,” urai Agung.

Saat ini, sudah banyak perusahaan yang menggunakan aplikasi ERP Syatem, tetapi ODOO memberikan pilihan yang lebih kompetitif. Sehingga teknologi ini tidak hanya bisa dijangkau oleh industri besar dan menengah, tetapi juga oleh industri kecil dan mikro atau UMKM. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *