Gubernur Tinjau Korban Insiden Stadion Kajuruhan Serta Salurkan Santunan Bagi Keluarga Korban Meninggal

oleh -579 Dilihat

KILASJATIM.COM, MALANG: Insiden yang terjadi pasca laga Arema FC Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang mengakibatkan lebih seratus korban jiwa meninggal dunia.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung gerak cepat menyisir berbagai persoalan yang telah terjadi serta melakukan koordinasi dengan seluruh stake holder baik di provinsi maupun kabupaten/ kota Malang.

Salah satu prioritas Gubernur Khofifah yaitu memastikan korban luka-luka maupun korban meninggal segera tertangani dengan baik. Karena itu, pihaknya meninjau langsung korban yang tengah mendapatkan perawatan di RSUD Kanjuruhan Kab. Malang dan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Minggu (2/10). Sebelumnya, Gubernur Khofifah juga melakukan rapat koordinasi di Polres Malang.

Dalam kunjungannya tersebut, Gubernur Khofifah ingin memastikan bahwa Pemprov Jatim memberikan perhatian atas insiden ini. Ia mengatakan bahwa Pemprov Jatim fokus dalam memaksimalkan penanganan korban.

“Apa yg bisa dilakukan pada penanganan korban kita akan maksimalkan. Ini adalah bagian dari empati kami terhadap korban dan keluarga,” tegasnya.

Khofifah menegaskan, seluruh biaya pengobatan maupun perawatan jenazah korban di RSSA akan menjadi tanggungan Pemprov Jatim. Sementara untuk biaya pengobatan dan perawatan jenazah warga Malang, baik di RSUD maupun RS di wilayah tersebut akan menjadi tanggung jawab Pemkab dan Pemkot Malang.

“Tadi pagi RS di Malang juga telah melakukan zoom meeting untuk mencari solusi dan koordinasi jika diperlukan tindakan yang membutuhkan rujukan. Layanan rujukan bagi korban dengan luka berat akan dilakukan tindakan di RSSA Malang,” urai Khofifah.

“Kerja cepat koordinasi antar RS di malang ini luar biasa,” pujinya.

Bagi korban yang meninggal dunia, Gubernur Khofifah memastikan semua prosesnya akan dilakukan dengan maksimal di RSSA. Mulai dari mengidentifikasi jenazah, mencocokkan dengan DNA keluarga, memandikan, mengkafani hingga mensalatkan jenazah bagi yang Muslim.

“Jika nanti setelah dari RSSA akan disalatkan kembali di tempat masing-masing juga dipersilahkan. Tapi, kita berharap pada saat pulang dari RS Saiful Anwar, jenazah dalam kondisi sudah dimandikan dan disalatkan,” ujar orang nomor satu di Jatim tersebut.

Gubernur Khofifah mengatakan proses identifikasi jenazah korban insiden di Stadion Kanjuruhan bisa dilakukan di Rumah Sakit milik Pemprov Jatim ini. Ia menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan koordinasi dengan pihak RSSA sejak pukul 05.10 WIB pagi tadi.

Salah satu koordinasi tersebut adalah menunjuk RS rujukan bagi jenazah yang belum teridentifikasi. Kemudian diputuskan, di RS Kanjuruhan dan RS Saiful Anwar. Di RSSA sendiri sudah ada 17 jenazah yang proses identifikasi sudah selesai. Tapi masih perlu dicocokan dengan keluarga masing-masing.

“Saya ingin menyampaikan khusus yang ditangani oleh RSSA maka semuanya dalam tanggungan pemprov jawa timur,” kata Khofifah.

Khofifah menuturkan proses identifikasi dan sinkronisasi jenazah korban insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang akan terus dilakukan.

Per pukul 17.30 WIB, data sementara hasil sinkronisasi dengan dinas kesehatan Kabupaten Malang yang mrngoperasikan krisis center tercatat 125 orang dinyatakan meninggal dunia. Tadi ditemukan double pencatatan beberapa orang. Khofifah menuturkan proses identifikasi dan sinkronisasi jenazah korban insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang akan terus dilakukan.

Tak hanya itu, Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menyampaikan bahwa Pemprov Jatim akan memberikan santunan bagi keluarga korban yang meninggal dunia. Bagi korban yang saat ini menjalani perawatan pun tak luput dari perhatian Gubernur Khofifah. Ia mengatakan telah memberikan santunan sebesar Rp 5 juta rupiah.

“Pemprov akan memberikan santunan takziah masing-masing 10 juta. Sebagian sudah kami sampaikan krpada ahli waris. Kemudian yang luka berat yang dalam tindakan maka pemprov telah memberikan lima juta,” jelasnya.

Di hadapan awak media orang nomor satu di Jatim ini mengatakan bahwa Pemprov Jatim saat ini akan fokus pada penanganan korban selamat serta meninggal dunia sampai identifikasi keluarga selesai. Gubernur Khofifah menuturkan Pemprov Jatim memiliki Rumah Sakit di wilayah Malang yang fasilitasnya terbilang lengkap.

 

Takziah dan Beri Santunan Ke Keluarga Korban

Seusai melakukan peninjauan di RSUD Kanjuruhan dan RSSA Malang, Gubernur Khofifah melakukan taziah ke dua rumah korban meninggal yang merupakan pasangan suami istri asal Kelurahan Bareng, Malang dan seorang mahasiswa. Tak hanya takziah, Gubernur Khofifah menyerahkan santunan kepada kedua keluarga ahli waris korban.

Mereka adalah M Yulianton dan Devi Ratna Sari yang beralamat di Jl. Bareng Raya II/i no 14 RT 1 RW.8 Kel Bareng, Malang. Keduanya meninggalkan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang duduk di bangku kelas 5 SD, Alviansyah.

Masih di kawasan Bareng Kota Malang, tak jauh dari rumah Almarhum keluarga M Yulianton dan istri, Gubernur Khofifah juga melalukan takziah ke salah satu korban meninggal lainnya yakni, Angger Aditya Permana (19).

Selain itu, sebagai bentuk bagian dari empati kami terhadap korban keluarga, Gubernur Khofifah juga memberikan dana santunan berupa uang diperuntukkan untuk ahli waris keluarga yang meninggal dunia senilai masing-masing Rp. 10 juta.

Sambil mendengar duka yang disampaikan keluarga, Gubernur Khofifah sesekali berdiskusi dengan Alviansyah. Ketua Umum Muslimat NU tersebut mencoba memberikan semangat dan doa anak korban yang ditinggalkan.

“Besok kalau besar, cita-citanya jadi apa?,” tanya Khofifah.

“Jadi Polisi Bu,” jawab Alviansyah.

Kepada Alviansyah, Gubernur Khofifah memberikan semangat agar terus belajar dan rajin melakukan ibadah sholat. Tak lupa, dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk memberikan doa bagi penguatan anak almarhum yang ditinggalkan.

“Harus belajar yang baik, jangan lupa sholat doakan Bapak-Ibu nak,” pesannya. kj6

No More Posts Available.

No more pages to load.