Diguncang Gempa Susulan, Sejumlah Mall di Kota Surabaya Putuskan Tutup Sementara

oleh -3855 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pengunjung sejumlah mall di kota Surabaya berhamburan keluar setelah diguncang beberapa kali gempa yang berpusat di Tuban, Jumat (22/3/2024).

Bahkan dari informasi sementara pihak mall di Kota Surabaya seperti Tunjungan Plaza, Galaxy Mall, dan PTC (Pakuwon Trade Center), mereka memutuskan untuk menutup sementara mall demi keselamatan pengunjung.

Mereka melakukan evakuasi terlebih dulu pada para pengunjung dengan menutup mall setelah beberapa kali diguncang gempa. Diketahui, hingga sore ini sebanyak 15 kali gempa susulan terjadi setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang Tuban pukul 11.22 WIB.

“Sampai jam 13.37 WIB tercatat ada 15 kali (gempa) susulan,” kata Mamuri, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III, Karangkates, Malang, Jumat siang.

Gempa susulan terjadi mulai pukul 11.35 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,4. Setelahnya, ada empat gempa susulan lagi mulai pukul 11.43 WIB sampai 12.11 WIB dengan kekuatan magnitudo tak lebih dari M 3,4.

Pada pukul 12.31 WIB terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang cukup besar yakni M 5,3. Guncangannya kembali terasa di Tuban, Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya.

Selanjutnya tercatat ada sembilan gempa susulan lagi sejak Pukul 12.37 WIB sampai 13.18 WIB, dengan kekuatan terendah M 2,7 sampai yang terkuat M 4,1.

BMKG menyatakan pusat gempa susulan ini berada di sekitar 130 km Timur Laut Tuban Jawa Timur.

Titik pusat gempa pertama dan 15 gempa lainnya ini berdekatan yakni berada di sekitar 5,74 Lintang Selatan, 112,36 Bujur Timur di kedalaman 10 kilometer.

BMKG mengatakan tak ada potensi tsunami dari rangkaian gempa utama dan gempa susulan tersebut.

“Tidak berpotensi tsunami,” ucap Mamuri.

Baca Juga :  Label Cina, Kambing Hitam dan Pergulatan 25 Tahun Reformasi Indonesia

Mamuri pun mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kukuh Mahargianto warga Kecamatan Rengel, Tuban, mengatakan bangunan rumahnya terasa bergetar baik saat gempa pertama maupun ketika gempa susulan.

“Di Tuban terasa sekali bangunan bergetar terutama lantai dua. Kaca bergetar sampai tiga kali, tapi tidak ada kerusakan sementara ini,” kata Kukuh. (bbs/sat)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.