Semeru Tiga Kali Erupsi Dini Hari, Letusan Disertai Gemuruh Kuat

oleh -73 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Tangkapan layar saat Gunung Semeru erupsi disertai suara gemuruh pada Kamis dini hari. (Foto: dok PVMG)

KILASJATIM.COM, Lumajang – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi sebanyak tiga kali pada Kamis (13/8) dini hari. Letusan disertai suara gemuruh kuat dengan tinggi kolom abu mencapai 900 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengatakan erupsi pertama terjadi pukul 00.52 WIB.

“Kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 mdpl. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke tenggara,” kata Sigit dalam laporan tertulis.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung selama 2 menit 26 detik. Letusan juga disertai suara gemuruh yang cukup kuat.

Aktivitas vulkanik Semeru kemudian kembali terjadi pada pukul 01.45 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 700 meter di atas puncak. Selang 12 menit kemudian, tepatnya pukul 01.57 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi dengan kolom abu setinggi 900 meter.

Hingga kini Gunung Semeru masih berstatus Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

PVMBG juga melarang aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah karena berisiko terkena lontaran material pijar.

Masyarakat di sekitar lereng Semeru diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan banjir lahar, terutama di aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

Baca Juga :  Alumni Brawijaya Golf (ABG) Galang Donasi dalam Turnamen Piala Rektor Universitas Brawijaya 2025

Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.

Dengan status gunung yang masih Siaga, warga diimbau mematuhi seluruh rekomendasi PVMBG dan terus memantau informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Semeru. (cit)