30Th Kiranti, Dipercaya Perempuan Indonesia Wariskan Kekuatan

oleh -324 Dilihat

Donny, CEO PT CayaDewi Sehat Indonesia Abadi, OT Group (kiri) Albert, Managing Director  PT CAYADEWI SEHAT ABADI INDONESIA, OT Group (tengah) dan Harianus Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication OT Group (kanan)  saat menemani media visit ke pabrik di Surabaya, Jumat (19/4/2024) (kilasjatim.com/nova) 

KILASJATIM. COM, Surabaya – KIRANTI, produk minuman kesehatan besutan PT CAYADEWI SEHAT INDONESIA ABADI di tahun 2024 jadi tonggak sejarah  di usianya ke 30 tahun  berhasil menjadi bukti khasiat bahan-bahan herbal asli kekayaan alam Indonesia dalam mengatasi permasalahan datang bulan perempuan Indonesia.

Donny, CEO PT CayaDewi Sehat Indonesia Abadi, OT Group, mengatakan,  KIRANTI produk minuman sehat alami asli  Indonesia, merupakan karya anak bangsa yang patut dibanggakan. Alam Indonesia memiliki begitu banyak bahan-bahan herbal yang menyimpan khasiat dan manfaat luar biasa, salah satunya berhasil diekstrak dengan teknologi modern dalam sebotol KIRANTI Sehat Datang Bulan.

” KIRANTI seratus persen menggunakan bahan-bahan dari alam Indonesia, seperti Kunyit, Jahe, Kencur, dan Asam Jawa. Dan bahan-bahan ini juga didapatkan sebagian besar dari petani-petani lokal di daerah Jawa Timur, seperti Probolinggo dan Ponorogo,” jelas Donny krpada sejumlah media  saat melakukan  kunjungan pabrik KIRANTI di Surabaya dalam rangka 30 tahun KIRANTI, Jumat (19/4/2024).

Pada kesempatan yang sama, Albert, Managing Director  PT CAYADEWI SEHAT ABADI INDONESIA, OT Group menyampaikan,  bertepatan dengan usianya yang ke-30,  KIRANTI meluncurkan kampanye terbarunya dengan tema “WARISKAN KEKUATAN” yang melibatkan penyanyi wanita top Indonesia Nola personel grup vocal Be3 (sebelumnya bernama AB3) dan keluarganya sebagai Brand Ambassador.

“Kampanye terbaru KIRANTI, kami mengusung tema “WARISKAN KEKUATAN”. Tema ini menggambarkan nilai sejarah KIRANTI sebagai produk jamu premium resep keraton yang telah diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi, dari nenek ke ibu, dan dari ibu ke anak dan itu terwakilkan kepada keluarga Nola,” jelas Albert.

Baca Juga :  Konsumsi Pertamax Green di Jatim Alami Peningkatan Capai 5.500 liter Per Hari

Adapun anggota keluarganya adalah Nola, ibundanya Durmutiara Naim (Omagu), dan kedua putri Nola, Naura Ayu dan Neona  Ayu.

“Kami melihat nilai KIRANTI ini ada pada keluarga Nola. Ibunda Nola (Omagu) berhasil mendidik Nola menjadi penyanyi dan artis berbakat, yang kemudian juga diteruskan oleh Nola dengan mendidik anak-anaknya Naura dan Neona sukses menekuni bidang yang sama. Kami ingin agar tradisi minum jamu tradisional seperti KIRANTI dapat terus diwariskan oleh keluarga Indonesia dari generasi ke generasi. Karena “kekuatan” herbal Indonesia dapat tetap dilestarikan selamanya, ” papar Albert.

Donny, CEO PT CayaDewi Sehat Indonesia Abadi, OT Group.  (kilasjatim.com/nova) 

Pada awal dasarwarsa 1990-an, kota Surabaya menjadi saksi kelahiran sebuah produk karya anak bangsa yang mengangkat derajat ramuan tradisional warisan budaya Indonesia ke level lebih tinggi dalam konteks produksi yang melibatkan teknologi modern, yaitu minuman sehat alami KIRANTI . Dan setelah tiga dekade perjalanan panjangnya, KIRANTI berhasil membuktikan konsistensi “kekuatannya” menjadi sahabat perempuan Indonesia saat mengalami permasalahan datang bulan.

KIRANTI saat ini hadir dalam dua varian yaitu KIRANTI Sehat Datang Bulan Original dan KIRANTI Sehat Datang Bulan Orange. “Selain berbahan alami, sebagai jaminan atas keamanan dan khasiat produknya, KIRANTI telah mendapatkan sertifikasi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik dan Benar) dan Obat Herbal Terstandar (OHT).

“Dengan adanya sertifikasi OHT berarti KIRANTI telah melalui uji pra klinis dan bahan baku serta proses produksinya yang distandardisasi dan terbukti higienis. Sertifikasi ini tentu membuktikan bahwa Kiranti adalah pilihan yang sehat dan aman untuk mengurangi masalah-masalah menstruasi. KIRANTI  juga sudah mendapat sertifikasi halal dari MUI,” tutup Albert. (nov)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.