Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Banyuwangi, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat

oleh -1038 Dilihat

KILASJATIM.COM, Banyuwangi — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus memperkuat upaya pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat melalui penyelenggaraan Pasar Murah di Lapangan Desa Kedungrejo, Kabupaten Banyuwangi. Program tersebut menjadi salah satu strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperluas perlindungan sosial bagi masyarakat.

Khofifah mengatakan, pasar murah tidak hanya menjadi agenda penjualan bahan pokok dengan harga di bawah pasar, tetapi juga merupakan instrumen strategis untuk mengendalikan inflasi daerah. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan masyarakat memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau di tengah dinamika harga pangan.

“Pasar Murah terus dihadirkan sebagai ikhtiar menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan pasar murah merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan. Karena itu, pelaksanaan program tersebut terus diperluas ke berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Menurut Khofifah, tingginya antusiasme masyarakat dalam setiap penyelenggaraan pasar murah menunjukkan bahwa program tersebut memiliki manfaat nyata. Selain membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah, pasar murah juga berkontribusi menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.

“Pasar Murah selalu jadi magnet bagi masyarakat. Selain membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, ini menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi sekaligus bentuk perlindungan sosial,” katanya.

Dalam pelaksanaan pasar murah di Banyuwangi, berbagai komoditas pangan dijual di bawah harga pasar. Beras premium dipasarkan seharga Rp14.000 per kilogram atau Rp70.000 per kemasan lima kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp15.166 per kilogram.

Baca Juga :  Dilengkapi BPJS Ketenagakerjaan, Yuk Intip Program Bantuan untuk Perempuan Kepala Keluarga di Banyuwangi

Selain itu, beras SPHP dijual Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 per kemasan lima kilogram dengan stok yang disiapkan mencapai 10 ton. Gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, bawang merah Rp28.000 per kilogram, bawang putih Rp24.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta daging ayam ras Rp25.000 per kemasan.

Khofifah juga memanfaatkan momentum pasar murah untuk menyalurkan bantuan sosial. Ia menyerahkan bantuan beras kepada lanjut usia serta membagikan telur kepada ibu hamil dan anak-anak sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemenuhan gizi keluarga dan mendukung percepatan penurunan stunting di Jawa Timur.

Tak hanya itu, pemerintah provinsi juga memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Khofifah memborong sejumlah produk UMKM lokal dan membagikannya kepada masyarakat yang hadir.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, manfaat pasar murah tidak hanya dirasakan masyarakat sebagai konsumen melalui harga pangan yang lebih terjangkau, tetapi juga oleh pelaku UMKM yang memperoleh tambahan omzet dan kesempatan memperluas pasar di tengah upaya pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. (Den/Friz)

No More Posts Available.

No more pages to load.