Khofifah Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas bagi 120 Peserta ADEM Repatriasi 2026 di Jawa Timur

oleh -906 Dilihat

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Repatriasi Tahun 2026. Selain memperoleh pendidikan yang setara dengan murid lainnya, para peserta juga akan mendapatkan pembinaan karakter serta penguatan wawasan kebangsaan selama menempuh pendidikan di Jawa Timur.

Komitmen tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri kegiatan Penjemputan dan Pembekalan Murid Program ADEM Repatriasi Wilayah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Hotel Premiere Place Airport, Sidoarjo.

Khofifah mengatakan Program ADEM Repatriasi tidak hanya membuka akses pendidikan bagi putra-putri Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan memiliki rasa cinta Tanah Air.

“Menurut saya, ini adalah wujud dimana anak-anak diberikan kesempatan untuk bisa mendapatkan pendidikan terbaik bagi masa depan mereka, juga penguatan karakter,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya, Jumat, 3/7/2026.

Pada 2026, sebanyak 120 murid mengikuti Program ADEM Repatriasi di Jawa Timur. Mereka berasal dari Jeddah, Arab Saudi sebanyak tujuh murid, Johor Bahru lima murid, Sabah 90 murid, dan Kuala Lumpur 18 murid. Hingga kegiatan pembekalan berlangsung, sebanyak 92 murid telah tiba di Jawa Timur, sementara sisanya dijadwalkan datang secara bertahap setelah menyelesaikan dokumen perjalanan.

Selama menjalani pendidikan, para peserta akan ditempatkan di 29 sekolah yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Jawa Timur, terdiri dari 18 SMA dan 11 SMK yang telah dipilih berdasarkan kualitas dan kesiapan mendampingi peserta ADEM Repatriasi.

Khofifah optimistis seluruh peserta memiliki peluang yang sama untuk berprestasi. Ia mencontohkan keberhasilan peserta Program ADEM Papua yang tahun ini banyak diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi maupun seleksi nasional.

Baca Juga :  Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Tinjau Korban Kecelakaan Bus SMAN 1 Porong

Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa kesempatan belajar yang setara dan pendampingan yang tepat mampu melahirkan prestasi tanpa memandang latar belakang peserta didik.

Selain aspek akademik, Khofifah menekankan pentingnya pendidikan karakter. Ia meminta seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik memperlakukan peserta ADEM Repatriasi sebagai bagian dari keluarga besar sekolah.

“Pesan saya, mereka adalah putra-putri panjenengan, maka tugas setiap unit pendidikan ini memberikan pembelajaran, tidak sekedar pengajaran tetapi juga memberikan penguatan karakter,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengajak seluruh peserta menumbuhkan semangat nasionalisme dengan membagikan Bendera Merah Putih dan mengajak mereka menyanyikan lagu “Tanah Airku” serta “Bendera”. Ia menegaskan bahwa keberagaman suku, budaya, dan adat istiadat menjadi kekuatan bangsa Indonesia yang dipersatukan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan seluruh sekolah penerima telah dipersiapkan untuk mendukung proses adaptasi sekaligus pengembangan potensi peserta ADEM Repatriasi.

Salah seorang peserta asal Sekolah Indonesia Johor Bahru, Malaysia, Nurul Syafah Aulia, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Menurutnya, ADEM Repatriasi menjadi kesempatan berharga bagi anak-anak pekerja migran Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Tanah Air dengan fasilitas yang memadai.

“Terima kasih, semoga saya bisa berprestasi lebih banyak di sini, semoga bisa membanggakan Indonesia juga,” ujar Nurul. (Den/Friz)