OJK :  Kinerja Industri Perbankan Jawa Timur Tumbuh Positif, Per April 2026 Tembus Rp 628,02 Triliun

oleh -162 Dilihat
Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis Kantor OJK Provinsi Jatim Horas VM Tarihoran (tengah) bersam Ibrahim, kepala perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur (kanan) di acara media briefing di Surabaya , Senin (22/6/2026) (kilasjatim.com/nova)

KILASJATIM. COM, Surabaya  – Kinerja industri perbankan Jawa Timur mencatatkan pertumbuhan positif secara tahunan per-April 2026 tembus Rp628,02 Triliun . Sedangkan kredit perbankan di Jatim mencapai Rp628,02 triliun per April 2026, tumbuh 2,87% YoY. DPK naik 5,78% YoY.

Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis Kantor OJK Provinsi Jatim Horas VM Tarihoran mengungkapkan kinerja industri perbankan Jawa Timur mencatatkan pertumbuhan positif secara tahunan per-April 2026.

 Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 5,78% YoY menjadi Rp840,77 triliun, sementara penyaluran kredit tumbuh 2,87% YoY menjadi Rp628,02 triliun. Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan yang berkantor pusat di Jawa Timur melonjak ke 32,92%, dan NPL gross terkendali di 3,72%.

 “Rasio likuiditas bank umum yang berkantor pusat di Jatim terpantau sangat longgar. Indikator AL/DPK mencapai 29,13% dan AL/NCD berada di posisi 135,70%, jauh di atas threshold minimum,” ujar  Horas di acara Media Briefing di Kantor OJK dii Surabaya, Senin (22/6/2026) .

Dijelaskan Horas, dari sisi komposisi kredit berdasarkan jenis penggunaan, dia menyebut, segmen Modal Kerja mendominasi dengan porsi 50,11% atau Rp314,67 triliun, diikuti Konsumsi 31,67% (Rp198,90 triliun) dan Investasi 18,22% (Rp114,45 triliun).

Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit perbankan Jawa Timur per April 2026 masih didominasi sektor rumah tangga dengan nominal Rp191,80 triliun atau 30,54% dari total kredit.

Disusul Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp156,90 triliun (24,98%), Industri Pengolahan Rp121,21 triliun (19,30%), Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan Rp51,12 triliun (8,14%), serta Konstruksi Rp23,02 triliun (3,67%). Di segmen UMKM, kata dia, outstanding kredit mencapai Rp230,93 triliun dengan porsi 36,77% dari total kredit.

Baca Juga :  Wagub Emil Ajak Stakeholder Gaungkan Merdeka Berkarir dalam Perkembangan Gig Ekonomi

 OJK juga mencatat NPL UMKM telah melampaui threshold di level 5,45%, yang dia nilai sebuah tantangan yang mendorong perlunya kurasi, edukasi, dan penguatan ekosistem UMKM agar dapat memanfaatkan pembiayaan perbankan secara sehat.

 “Khusus Kredit Usaha Rakyat (KUR), Jawa Timur mencatatkan outstanding Rp67,76 triliun per April 2026 dengan NPL terkendali di 2,12%, menempatkan Jatim di peringkat kedua nasional di bawah Jawa Tengah, sekaligus mencakup 31,45% dari total KUR di Pulau Jawa,” papar Horas.

 Di sektor pasar modal, dia melanjutkan, per-Maret 2026, jumlah nasabah institusi reksadana melonjak signifikan sebesar 84,83% YoY. Di sisi lain, jumlah nasabah perorangan (ritel) naik 44,74% YoY menjadi total 188.312 investor. Nilai penjualan reksadana bulanan di Jatim ini tumbuh subur mencapai Rp53,64 miliar (Rupiah naik 177,82% YoY).

 “Pertumbuhan ini menempatkan Jawa Timur di peringkat ketiga nasional untuk kepemilikan Single Investor Identification (SID) terbanyak dengan laju pertumbuhan mencapai 60,47% YoY per April 2026,” pungkasnya. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.