Khofifah Resmikan Al-Akbar FishTech, Masjid Al Akbar Surabaya Jadi Percontohan Ketahanan Pangan Berbasis Teknologi

oleh -81 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Al-Akbar FishTech sekaligus memanen ratusan buah melon hasil urban farming di kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

Peresmian program budidaya ikan berbasis teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dikembangkan di lingkungan masjid.

Dalam kegiatan itu, Khofifah didampingi Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak serta sejumlah kepala perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Mereka turut melakukan penebaran benih sebanyak 2.000 ekor ikan lele, 1.000 ekor ikan patin, dan 1.200 ekor ikan nila merah di enam kolam Al-Akbar FishTech.

Khofifah mengatakan, inovasi tersebut membuktikan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah dan syiar keagamaan, tetapi juga dapat berperan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi serta penguatan ketahanan pangan masyarakat.

“Ini adalah ikhtiar kami, salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Sekarang kita masuk ke sektor perikanan berbasis teknologi IoT. Sementara yang berbasis kolam langsung sudah cukup lama berjalan, kini kita mengembangkan budidaya berbasis teknologi untuk beberapa jenis ikan,” ujar Khofifah dalam keterangannya resminya, Kamis, 18/6/2026.

Al-Akbar FishTech sendiri merupakan program budidaya ikan air tawar yang menggunakan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS). Sistem ini memungkinkan air kolam digunakan kembali melalui proses filtrasi sehingga lebih hemat air, efisien, dan ramah lingkungan.

Menurut Khofifah, konsep tersebut sangat relevan diterapkan di kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan. Selain menghasilkan ikan konsumsi berkualitas, fasilitas itu juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat maupun pengelola masjid dari berbagai daerah yang ingin mengembangkan program serupa.

“Kalau kita bicara ketahanan pangan, tidak harus selalu dalam skala ratusan hektare. Dengan lahan yang ada ternyata tetap memungkinkan untuk menghasilkan pangan. Ini bisa menjadi referensi bagi masjid-masjid lain,” katanya.

Baca Juga :  Jasa Marga Serahkan 101 Kendaraan Patroli ke Korlantas Polri untuk Pengamanan Lebaran 2026

Selain meresmikan Al-Akbar FishTech, Khofifah juga melakukan panen ratusan buah melon dari Green House Masjid Al Akbar Surabaya. Sedikitnya terdapat lima varietas melon yang dipanen, yakni Dalmatian, Inthanon RZ, Sweet Hami, Alisha F1, dan Leoni.

Green house tersebut telah menerapkan teknologi Smart Green House berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan proses budidaya dilakukan secara otomatis dan terpantau secara real time. Teknologi itu membantu petani mengontrol suhu ruangan, kelembaban, intensitas cahaya, hingga kebutuhan nutrisi dan tingkat keasaman tanaman.

“Alhamdulillah, kita melakukan panen melon lagi hari ini. Masing-masing varietas memiliki karakteristik yang berbeda dan kualitas yang sangat baik,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, pengembangan urban farming di kawasan Masjid Al Akbar telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Selain melon, lahan tersebut juga menghasilkan berbagai jenis sayuran, tanaman herbal, dan empon-empon yang dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

Khofifah berharap berbagai inovasi yang dikembangkan di Masjid Al Akbar Surabaya dapat menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain di Indonesia.

“Masjid memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pusat kemajuan dan kemakmuran umat. Semoga Al-Akbar FishTech dan urban farming ini terus berkembang serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tutupnya. (Den/Friz)

No More Posts Available.

No more pages to load.