Khofifah Dorong Rumah Sakit di Jatim Adaptif terhadap AI dan Teknologi Kedokteran Modern

oleh -165 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka sekaligus meninjau pameran Surabaya Hospital Expo (Hospex) XX 2026 di Ballroom Grand City Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menekankan pentingnya rumah sakit di Jawa Timur untuk adaptif terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan teknologi kesehatan modern.

Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Direktur RSUD Dr. Soetomo Prof. Dr. dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, serta Ketua PERSI Jawa Timur dr. Bangun T. Purwaka, Khofifah meninjau berbagai stan yang menampilkan alat kesehatan canggih dan layanan kesehatan dari sejumlah rumah sakit di Jawa Timur.

Selain pameran alat kesehatan dan layanan medis, Surabaya Hospex XX 2026 juga menghadirkan seminar kesehatan hingga layanan pemeriksaan kesehatan ringan gratis bagi masyarakat.

Khofifah mengaku terkesan dengan perkembangan teknologi kedokteran yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, hampir seluruh teknologi yang ditampilkan telah memanfaatkan sistem berbasis AI.

“Teknologi kedokteran yang ada di Jawa Timur harus sangat adaptif terhadap berbagai teknologi kedokteran di dunia termasuk di dalamnya AI,” ujar Khofifah, Selasa, 19/5/2026.

Ia menilai pemanfaatan AI dalam dunia kesehatan akan menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Karena itu, rumah sakit dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi agar kualitas pelayanan kesehatan semakin meningkat.

Menurut Khofifah, transformasi sistem kesehatan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada layanan kuratif, tetapi juga harus memperkuat aspek promotif, preventif, dan rehabilitatif secara terintegrasi.

Selain itu, rumah sakit juga perlu menyesuaikan diri dengan perubahan regulasi, transformasi digital, sistem pembiayaan kesehatan, peningkatan mutu layanan, hingga tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat dan berkualitas.

Baca Juga :  HIPMI Jatim Gelar Rakerda XVII dan Forbisda 2025 di Surabaya, Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Pengusaha Muda

“Saya rasa melalui raker dan pameran seperti ini akan memberikan penguatan dan pengayaan kepada para dokter maupun tim manajemen rumah sakit terhadap update berbagai teknologi kedokteran terbaru,” katanya.

Khofifah optimistis pameran tersebut dapat menjadi referensi tidak hanya bagi rumah sakit di Jawa Timur, tetapi juga rumah sakit di seluruh Indonesia.

Ia menyebut Jawa Timur memiliki peran strategis dalam penguatan sistem pelayanan kesehatan nasional. Saat ini, terdapat 448 rumah sakit di Jawa Timur, menjadikannya salah satu provinsi dengan kapasitas layanan kesehatan terbesar di Indonesia.

“Peningkatan jumlah rumah sakit harus sejalan dengan perkembangan teknologi kedokteran, karena keselamatan pasien tetap menjadi prioritas,” ucapnya.

Khofifah juga menyoroti pentingnya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk alat kesehatan. Menurut dia, penguatan industri alat kesehatan nasional perlu terus didorong agar mampu meningkatkan daya saing layanan kesehatan Indonesia.

Sementara itu, Ketua PERSI Wilayah Jawa Timur dr. Bangun T. Purwaka mengatakan pameran tersebut menjadi ajang menunjukkan perkembangan teknologi kedokteran modern di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

“Semakin lama semakin baik kualitasnya dan tidak melupakan keamanan serta keselamatan pasien,” katanya. (Den)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.