51 Siswa ADEM Papua di Jawa Timur Lolos PTN 2026, Khofifah: Bukti SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

oleh -98 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua yang selama ini diselenggarakan di Jawa Timur. Program tersebut dinilai mampu membuka akses pendidikan berkualitas sekaligus mencetak generasi muda Papua yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.

Keberhasilan program tersebut tercermin dari capaian 51 siswa ADEM Papua dan ADEM Repatriasi yang berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun Ajaran 2026/2027.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 siswa diterima melalui jalur SNBP, sedangkan 25 siswa lainnya lolos melalui jalur SNBT. Capaian ini menjadi indikator positif keberhasilan pembinaan pendidikan bagi putra-putri Papua yang menempuh pendidikan menengah di Jawa Timur.

“Alhamdulillah, capaian ini sangat membanggakan. Program ADEM bukan hanya membuka akses pendidikan yang berkualitas, tetapi juga berhasil melahirkan generasi Papua yang berprestasi, tangguh, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional,” ujar Khofifah di Surabaya, Rabu (10/6/2026).

Menurut Khofifah, pendidikan merupakan instrumen strategis untuk membangun masa depan bangsa sekaligus memperkuat persatuan Indonesia. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh peserta didik, termasuk siswa ADEM yang berasal dari Papua dan wilayah repatriasi.

Ia menegaskan bahwa Jawa Timur selalu terbuka menjadi tempat belajar bagi anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui Program ADEM, para siswa tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga mendapatkan pengalaman hidup dalam lingkungan yang beragam dan multikultural.

“Jawa Timur selalu terbuka menjadi rumah belajar bagi anak-anak bangsa dari berbagai daerah. Kami ingin memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, bermutu, dan berkarakter,” katanya.

Baca Juga :  Hukuman Mati Menanti Kakek Pelaku Pembacokan di Bojonegoro

Khofifah menambahkan, Program ADEM juga menjadi ruang pembelajaran tentang keberagaman, toleransi, dan penguatan karakter kebangsaan. Pengalaman tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang mampu menjaga persatuan dalam bingkai kebhinekaan.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, kuota siswa ADEM Papua di Jawa Timur meningkat menjadi 152 siswa dari sebelumnya 145 siswa. Peningkatan kuota tersebut dinilai sebagai bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kualitas penyelenggaraan program di Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan keberhasilan siswa ADEM menembus PTN membuktikan bahwa anak-anak Papua memiliki potensi besar dan mampu bersaing dengan siswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, saat ini terdapat 440 siswa ADEM Papua yang menempuh pendidikan di berbagai SMA dan SMK di Jawa Timur. Mereka terdiri dari 145 siswa kelas X, 160 siswa kelas XI, dan 135 siswa kelas XII yang telah dinyatakan lulus pada 5 Mei 2026.

Salah satu siswa ADEM, Yazinta Kaipman, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut selama tiga tahun. Ia merasakan suasana kekeluargaan dan penerimaan yang hangat selama menjalani pendidikan di Pasuruan.

“Kami sebagai anak Papua tidak merasa sendirian di sini. Kami disambut dengan sangat baik, baik di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal,” ujarnya.

Yazinta berharap Program ADEM terus berlanjut karena memberikan kesempatan lebih luas bagi anak-anak Papua untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan pengalaman hidup yang bermanfaat bagi masa depan mereka. (Den)

No More Posts Available.

No more pages to load.