Konflik Iran-AS Picu Kekhawatiran, Mentan Pastikan Pangan RI Aman

oleh -291 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Mentan Amran Sulaiman (Foto: DOk/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Pemerintah memastikan cadangan pangan nasional tetap aman meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berdampak pada jalur perdagangan global seperti Selat Hormuz.

Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian menyebut pemerintah telah menghitung kekuatan cadangan pangan nasional dan memastikan pasokan masih mencukupi dalam jangka panjang.

Menurut Amran, cadangan pangan Indonesia saat ini diperkirakan mampu bertahan hingga sekitar 324 hari.

“Setelah kami menghitung dengan kondisi geopolitik yang memanas, cadangan pangan kita tersedia sampai sekitar 324 hari,” kata Amran dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).

Cadangan tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk stok beras di Perum Bulog yang mencapai sekitar 3,7 juta ton serta potensi produksi dari standing crop atau padi yang masih berada di sawah, diperkirakan sekitar 10–11 juta ton.

Amran menegaskan produksi pangan nasional juga terus berjalan setiap bulan sehingga cadangan tidak hanya bergantung pada stok yang ada saat ini.

Menurutnya, produksi beras nasional berkisar antara 2,6 juta hingga 5,3 juta ton per bulan, sementara kebutuhan nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan.

“Produksi kita terus berjalan setiap bulan. Jadi, insyaallah pangan kita aman,” ujarnya.

Ketegangan di Timur Tengah sendiri dinilai berpotensi mengganggu berbagai sektor strategis global, mulai dari rantai pasok pangan, perdagangan internasional, hingga sektor energi.

Namun pemerintah menilai kondisi tersebut belum berdampak langsung pada ketahanan pangan nasional karena produksi domestik masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Stok kita aman hampir 11 bulan, sekitar 324 hari. Produksi juga terus berjalan setiap bulan,” kata Amran.

Baca Juga :  Menlu Iran Ingatkan Israel Akan Ada "Konsekuensi Buruk" Jika Serang Rafah

Pemerintah memastikan pemantauan terhadap cadangan dan produksi pangan akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan di tengah dinamika geopolitik global.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.