Sekolah Cikal Surabaya Tanamkan Budaya Kolaborasi untuk Cegah Perundungan

oleh -471 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sekolah Cikal Surabaya menanamkan budaya kolaborasi antarsiswa sebagai upaya mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Pendekatan tersebut diterapkan dengan melibatkan siswa dari berbagai jenjang dalam berbagai kegiatan bersama di sekolah.

Kepala TK dan SD Sekolah Cikal Surabaya, Dina Irdhina, mengatakan interaksi lintas usia dibangun tanpa sekat senioritas. Menurutnya, setiap anak diajarkan untuk saling mendukung dan bekerja sama dalam keseharian.

“Anak-anak di sini berasal dari berbagai level dan mereka saling bekerja sama. Dari situ tidak ada lagi senioritas,” ujar Dina, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, konsep pembelajaran yang diterapkan memungkinkan siswa dari kelas yang lebih tinggi berperan sebagai pendamping atau kru dalam berbagai kegiatan sekolah. Dengan cara tersebut, kakak kelas justru menjadi teladan bagi adik kelas.

“Yang ada, kita saling bantu dan saling bekerja sama. Kakak kelas yang menjadi kru akan mengajarkan adik-adiknya bagaimana bekerja sama,” katanya.

Dina menegaskan, budaya saling membantu menjadi nilai utama yang terus ditanamkan di lingkungan sekolah. Langkah tersebut dinilai efektif menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh siswa.

“Walaupun mungkin ada yang merasa statusnya lebih tinggi. Di sini kita tetap saling bantu dan tidak ada pembullyan,” tuturnya.

Melalui pendekatan tersebut, Sekolah Cikal Surabaya berupaya membangun karakter anak sejak dini. Sekolah menekankan pentingnya empati, kerja sama, dan rasa saling menghargai sebagai fondasi pendidikan sekaligus upaya membentuk lingkungan belajar yang positif. (den)

Baca Juga :  Setahun Sekolah Rakyat, Gus Ipul Tekankan Pendidikan Berbasis Data dan Empati

No More Posts Available.

No more pages to load.