Lemhannas Apresiasi Capaian Pendidikan dan Ekonomi Jawa Timur

oleh -95 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Lemhannas Sebut Jatim Role Model SDM dan Ketahanan Pangan
Jawa Timur Dinilai Jadi Penopang Ketahanan Pangan Nasional. (Foto: dok humas Pemprov Jatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) TB Ace Hasan Syadzily memuji capaian Jawa Timur di bawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa, terutama dalam penguatan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, dan ketahanan pangan nasional.

Menurut Ace Hasan, Jawa Timur dinilai berhasil menjadi salah satu daerah percontohan dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Saya senang Jatim di bawah kepemimpinan Ibu Gubernur terus mendorong kualitas sumber daya manusia. Karena yang menentukan kualitas Indonesia 2045 adalah bagaimana kita membangun generasi muda saat ini,” ujar Ace Hasan dalam keterangannya yang diterima, Rabu (13/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Khofifah menegaskan berbagai capaian pembangunan Jawa Timur tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga pesantren.

“Kuncinya adalah sinergi. Tidak mungkin kita sukses sendirian,” kata Khofifah.

Khofifah memaparkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen secara year on year. Angka itu menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa sekaligus melampaui rata-rata nasional.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi ditopang sejumlah sektor utama seperti industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan 18,77 persen, dan pertanian 10,51 persen.

Di sektor ketenagakerjaan, pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 7,38 juta pekerja, disusul perdagangan 4,69 juta tenaga kerja dan industri 3,36 juta tenaga kerja.

Di bidang pendidikan, Khofifah menyebut Jawa Timur selama tujuh tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Berdasarkan data SNPMB 2026, sebanyak 29.046 siswa asal Jawa Timur lolos SNBP dari total 108.122 pendaftar.

Baca Juga :  Diwarnai Bakar Ban dan Lembar Sepatu, Demo Tolak UU TNI di Surabaya Terpantau Damai

“Kerja keras luar biasa dan doa yang mengiringi seluruh ikhtiar kita,” ujar Khofifah.

Untuk memperkuat kualitas SDM, Pemprov Jatim menjalankan sejumlah program strategis seperti revitalisasi SMK, sekolah double track, boarding school, bantuan pendidikan keluarga prasejahtera, hingga berbagai program beasiswa.

Beasiswa tersebut mencakup Beasiswa Santri Unggul, beasiswa Ma’had Aly, beasiswa STEM, hingga kerja sama pendidikan luar negeri dengan sejumlah kampus internasional seperti Al-Azhar University, King’s College London, dan Western Sydney University.

Khofifah juga menegaskan posisi strategis Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional. Pada 2025, Jawa Timur tercatat sebagai produsen padi dan beras tertinggi nasional.

Produksi padi Jawa Timur mencapai 10,43 juta ton, naik dibanding tahun sebelumnya sebesar 9,23 juta ton. Sementara produksi beras mencapai 6,03 juta ton atau meningkat 12,6 persen dibanding 2024.

Tak hanya itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Kanwil Bulog Jawa Timur juga menjadi yang tertinggi nasional dengan jumlah mencapai 822.854 ton.

Di sektor peternakan, Jawa Timur juga menjadi produsen daging sapi dan telur ayam terbesar nasional serta penyumbang utama produksi susu sapi nasional.

“Banyak negara mengalami krisis pangan. Alhamdulillah Indonesia tetap kuat dan Jawa Timur menjadi bagian penting menjaga ketahanan pangan nasional,” kata Khofifah.

Ace Hasan menilai capaian tersebut memperlihatkan peran strategis Jawa Timur dalam memperkuat ketahanan nasional, khususnya di tengah ancaman krisis pangan global.

“Ketahanan pangan yang dibangun Jawa Timur menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional dan mendukung Indonesia Emas 2045,” ujarnya.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.