KILASJATIM.COM, Bondowoso — Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bondowoso ditutup dengan hasil yang cukup mengejutkan. Setelah melalui proses panjang yang sempat diwarnai persaingan ketat, forum akhirnya berjalan lancar dan menghasilkan formatur baru dari unsur DPC.
Sejak awal, perhatian tertuju pada dua nama yang digadang-gadang akan mendominasi perolehan suara, yakni H. Barri Sahlawi Zein selaku Plt Ketua DPC dan H. Syaiful Bahri yang menjabat Sekretaris Plt DPC. Keduanya bersaing memperebutkan dukungan dari 23 PAC peserta muscab. Namun, dinamika forum justru mengarah pada hasil di luar prediksi.
Ahmadi, kader senior PPP yang saat ini menjabat Wakil Ketua Plt DPC sekaligus anggota Fraksi PPP, tampil sebagai peraih suara terbanyak. Ia mengantongi 9 suara, unggul tipis dari Sahlawi Zein dengan 8 suara, sementara Syaiful Bahri memperoleh 5 suara.
Usai penetapan di salah satu hotel di Bondowoso, Ahmadi menanggapi hasil tersebut dengan sikap rendah hati. Ia menegaskan tidak memiliki ambisi pribadi untuk menduduki kursi Ketua DPC, dan memilih menyerahkan arah keputusan kepada para ulama serta tokoh sepuh partai.
Menurutnya, PPP memiliki akar historis yang kuat sebagai partai yang lahir dari rahim ulama, sehingga penentuan kepemimpinan tidak bisa dilepaskan dari peran mereka.
“PPP ini sejak awal dibangun oleh para ulama, sehingga keputusan tertinggi tetap berada di tangan mereka. Siapa yang nantinya dipercaya memimpin, itu adalah kehendak para ulama,” ungkapnya.
Ahmadi juga menggambarkan posisi kader partai sebagai bagian dari barisan yang siap menjalankan keputusan. Ia menekankan pentingnya loyalitas terhadap garis komando yang, dalam konteks PPP, melekat pada figur ulama.
“Kalau diibaratkan, kami ini hanya prajurit. Komandannya adalah para ulama. Maka siapa pun yang ingin memimpin PPP, kuncinya adalah mendekat dan mendapatkan restu dari ulama,” tegasnya.
Hasil Muscab ini sekaligus menandai bahwa arah kepemimpinan PPP Bondowoso ke depan akan sangat ditentukan oleh komunikasi dan konsolidasi dengan para ulama, di tengah upaya partai memperkuat soliditas internal pasca dinamika yang terjadi.(wan)
