KILASJATIM.COM, Bondowoso – Menjelang keberangkatan jamaah haji asal Bondowoso menuju Tanah Suci, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj/Kemenag) Kabupaten Bondowoso, Drs. H. Astono, M.HI, mengingatkan para jamaah agar lebih teliti dan disiplin dalam menyiapkan barang bawaan, khususnya tas kabin atau koper kecil.
Imbauan tersebut disampaikan guna menghindari adanya barang bawaan jamaah yang harus disita saat pemeriksaan keamanan di bandara sebelum keberangkatan menuju Arab Saudi.
Astono menegaskan, sejumlah barang dilarang dibawa ke dalam kabin pesawat, di antaranya benda tajam seperti pisau, gunting, cutter, hingga alat lain yang berpotensi membahayakan. Selain itu, cairan dengan volume lebih dari 100 mililiter juga tidak diperbolehkan masuk ke tas kabin.
“Bahan makanan segar seperti daging, susu, madu, telur, maupun cairan seperti helbeh juga tidak diperkenankan dibawa, kecuali dalam kemasan kecil di bawah 100 mililiter,” ujarnya.
Tak hanya itu, barang yang mengandung gas dan benda dengan aroma menyengat seperti durian, terasi, dan sejenisnya juga masuk dalam daftar larangan penerbangan internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Astono juga memberikan perhatian khusus terkait perlengkapan jamaah saat melaksanakan sunnah ihram. Ia menyarankan agar alat potong kuku cukup dibawa satu buah untuk setiap regu dan digunakan secara bergantian.
“Sampo untuk mandi ihram sebaiknya menggunakan kemasan saset saja. Kalau membawa botolan besar selain mubazir juga berpotensi disita petugas,” katanya.
Sementara bagi jamaah pria yang merokok, Astono mengingatkan bahwa seluruh jenis korek api tidak diperbolehkan dibawa, termasuk vape atau rokok elektrik. Namun jamaah masih diperbolehkan membawa rokok dengan batas maksimal 200 batang atau sekitar dua slop per orang.
“Kalau lebih dari ketentuan itu, biasanya akan diamankan atau disita saat pemeriksaan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, power bank masih diperbolehkan dibawa dengan syarat kapasitas di bawah 20.000 mAh dan wajib disimpan di tas kabin. Jika melebihi batas tersebut, barang dipastikan tidak lolos pemeriksaan keamanan.
Selain barang bawaan, jamaah juga diimbau tidak membawa obat-obatan dalam jumlah besar tanpa disertai resep dokter.
Melalui imbauan ini, Astono berharap seluruh jamaah haji asal Bondowoso dapat mematuhi aturan penerbangan dan ketentuan keamanan internasional sehingga proses keberangkatan berjalan lancar, aman, dan nyaman hingga tiba di Tanah Suci. (wan)

