Pemkab Sidoarjo Dorong Revitalisasi Pasar Tradisional, Siapkan Retribusi Non-Tunai dan WiFi Gratis

oleh -447 Dilihat
Bupati Sidoarjo Subandi bersama para pengelola pasar dalam audiensi di Pendopo Delta Wibawa (foto : Diskominfo Sidoarjo)

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mendorong percepatan revitalisasi pasar tradisional guna meningkatkan daya saing di tengah menjamurnya pasar modern dan penjualan daring. Upaya tersebut dibahas langsung oleh Bupati Subandi bersama para pengelola pasar dalam audiensi di Pendopo Delta Wibawa.

Dalam pertemuan itu, sejumlah persoalan mencuat, mulai dari pengelolaan retribusi hingga banyaknya kios yang sudah tidak beroperasi. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu indikator menurunnya aktivitas pasar tradisional dalam beberapa tahun terakhir.

Subandi menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pengelola pasar untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut. Ia meminta dilakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi pasar, termasuk potensi peningkatan retribusi daerah.

“Lakukan pemetaan untuk meningkatkan retribusi. Kami juga akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi pasar tradisional saat ini,” ujar Subandi dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (9/5/2026).

Selain itu, Pemkab Sidoarjo berencana menerapkan sistem retribusi non-tunai yang akan didukung oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo. Pemerintah daerah juga menyiapkan dashboard pendataan pasar untuk memantau jumlah kios serta aktivitas pedagang secara terintegrasi.

Menurut Subandi, inovasi menjadi salah satu kunci dalam menghidupkan kembali pasar tradisional. Ia bahkan mendorong penyediaan fasilitas penunjang seperti WiFi gratis guna mendukung transaksi digital di lingkungan pasar.

“Kepala pasar harus bisa berinovasi agar kondisi pasar lebih baik sehingga pembeli dan penjual merasa nyaman,” katanya.

Di sisi lain, para pengelola pasar menyampaikan berbagai kendala di lapangan, mulai dari kerusakan fasilitas, paving yang mulai rusak, hingga saluran air yang tidak berfungsi optimal. Bahkan di beberapa pasar, tingkat okupansi kios masih rendah akibat persaingan dengan toko modern dan penjualan online.

Baca Juga :  Fenomena Alam di Bojonegoro: Sumur Bor Mengeluarkan Gas dan Sebabkan Kebakaran

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sendiri telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,3 miliar untuk perbaikan sejumlah pasar, di antaranya Pasar Taman, Pasar Sukodono, dan Pasar Wonoayu. Perbaikan meliputi pembangunan los, paving, hingga infrastruktur pendukung lainnya.

Untuk meningkatkan aktivitas ekonomi pasar, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah kegiatan promosi, salah satunya melalui agenda “Gebyar Pasar Wonoayu” yang dijadwalkan berlangsung pertengahan Mei mendatang.

Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Subandi memastikan pemerintah akan segera melakukan kajian dan peninjauan langsung ke lapangan. Ia menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo untuk membenahi sarana dan prasarana pasar tradisional agar kembali menjadi pusat ekonomi masyarakat.

“Semua akan kita petakan dan tindak lanjuti. Pasar tradisional harus tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.(TAM)

No More Posts Available.

No more pages to load.