KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengunjungi Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Omah Olah Sampah di Kelurahan Bakungan, Minggu (7/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang telah dikembangkan warga setempat.
Dalam kunjungan itu, Ipuk meninjau berbagai tahapan pengelolaan sampah, mulai dari proses pemilahan sampah rumah tangga hingga pengolahan sampah organik menjadi maggot, kompos, dan pupuk organik cair. TPS 3R Omah Olah Sampah dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Joger Blambangan sejak Juni 2023.
Plt. Lurah Bakungan, Prasetyo Suhartono, menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah di wilayahnya diawali dari edukasi kepada masyarakat untuk memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Menurutnya, perubahan perilaku tersebut membutuhkan proses panjang dan konsistensi.
“Sampai sekarang terus kami edukasi. Tidak mudah, tapi harus terus dibiasakan dari skala rumah agar memudahkan petugas di TPS untuk mengolahnya,” ujar Prasetyo saat mendampingi kunjungan Bupati Ipuk.
Saat ini, TPS 3R Omah Olah Sampah melayani sekitar 3.000 warga dengan volume sampah yang dikelola mencapai 1,2 hingga 2 ton per hari. Sebagian besar sampah organik kemudian dimanfaatkan menjadi pakan maggot, kompos, dan pupuk cair yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Ipuk mengapresiasi keterlibatan aktif warga dalam menjalankan pengelolaan sampah secara mandiri di tingkat kelurahan. Ia menilai pola pengelolaan yang diterapkan di Bakungan dapat menjadi model penanganan sampah berbasis gotong royong yang layak diterapkan di wilayah lain.
“Bakungan ini menjadi contoh bagaimana persoalan sampah bisa diselesaikan dari tingkat kelurahan. Kuncinya ada pada kepedulian dan gotong royong warga,” kata Ipuk.
Selain mengelola sampah organik, Kelurahan Bakungan juga mengembangkan bank sampah digital melalui aplikasi Abank Sayang. Inovasi tersebut memudahkan warga dalam menabung sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Saat ini tercatat sekitar 140 warga menjadi nasabah aktif bank sampah digital tersebut.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong desa dan kelurahan untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah mandiri. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu yang telah diterapkan di berbagai wilayah Banyuwangi guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.(zul)
