KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat pembangunan yang inklusif dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan lanjut usia (lansia). Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui forum Rembug Lansia yang rutin diselenggarakan setiap tahun sebagai sarana menyerap aspirasi dan kebutuhan para lansia secara langsung.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa pembangunan daerah harus mampu menjawab kebutuhan seluruh kelompok masyarakat, terutama lansia yang jumlahnya terus meningkat seiring perubahan struktur demografi nasional.
“Indonesia sudah memasuki era aging population. Maka Rembug Lansia menjadi tahapan penting untuk mendengarkan langsung kebutuhan, masukan, dan harapan para lansia tanpa perantara,” kata Ipuk, Kamis (4/6/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, persentase penduduk lanjut usia di Indonesia telah mencapai 11,97 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa Indonesia telah memasuki fase penuaan penduduk atau aging population.
Menurut Ipuk, perubahan demografi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk menyiapkan berbagai kebijakan yang tepat guna menjawab kebutuhan masyarakat lansia.
“Perubahan struktur demografi tersebut membawa sejumlah konsekuensi terkait kebijakan daerah. Rembug ini agar kita melakukan intervensi yang tepat dan terarah,” ujarnya.
Rembug Lansia Banyuwangi yang digelar pada Selasa (3/6/2026) itu dihadiri Sekretaris Daerah Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, serta melibatkan berbagai organisasi lansia seperti Yayasan Gerontologi Abiyoso, Komunitas Senam LTK Banyuwangi, LVRI, PEPABRI, dan DHC Badan Pembudayaan Kejuangan 45.
Dalam forum tersebut, para peserta menyampaikan sejumlah usulan program untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Perwakilan PIVERI, A. Sugianti, mengusulkan program Sahabat Lansia Sebatang Kara yang berfokus pada kunjungan rutin ke rumah-rumah lansia yang hidup sendiri.
“Kami juga berharap ada program Cerita Ingatan Jiwa, sebagai ruang berbagi pengalaman hidup sekaligus mempererat kebersamaan melalui kegiatan makan bersama para lansia,” ujarnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Suyanto yang akrab disapa Yayan memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bagian dari evaluasi dan perencanaan pembangunan daerah ke depan.
“Aspirasi Bapak-Ibu lansia akan kami jadikan bahan perencanaan pembangunan, khususnya untuk meningkatkan pelayanan publik di bidang kesehatan, kesejahteraan sosial, hingga akses terhadap fasilitas umum yang ramah lansia,” kata Yayan.
Salah seorang peserta, Sudirman, turut mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan Pemkab Banyuwangi untuk mendukung kesejahteraan lansia. Program tersebut antara lain Rantang Kasih, Posyandu Lansia, hingga layanan home care.
“Kami sangat menghargai Rantang Kasih, bagaimana pemkab memberikan makanan bergizi pada lansia sebatang kara yang tidak mampu, termasuk layanan home care bagi lansia,” katanya.
Selain Rembug Lansia, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga secara rutin menggelar Rembug Anak dan Rembug Perempuan. Forum-forum tersebut menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang partisipatif, responsif, dan inklusif bagi seluruh kelompok masyarakat.(zul)
