Luncurkan Blockchain Lab, UK Petra Siapkan Talenta Web3

oleh -103 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Kristen Petra (UK Petra) meresmikan Web3 Education Center dan Superteam Campus Club: Blockchain Lab di Gedung T sebagai upaya menjawab minimnya wadah edukasi teknologi desentralisasi bagi mahasiswa. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi dengan IDNFT, komunitas NFT dan Web3 di Indonesia.

Melalui fasilitas ini, mahasiswa diperkenalkan pada teknologi blockchain sebagai sistem pencatatan digital transparan yang tidak bergantung pada satu otoritas pusat. Selain pemahaman dasar, mahasiswa juga didorong mengembangkan proyek digital yang aplikatif dan bernilai industri.

Program Coordinator International Trade and Finance UK Petra, Hendri Kwistianus, S.E., M.M., menekankan pentingnya literasi yang tepat dalam menghadapi perkembangan Web3. “Akses industri Web3 itu kini memang terbuka luas, namun mahasiswa tetap membutuhkan pengarahan agar tidak salah arah. Kami ingin meluruskan bahwa kripto hanyalah salah satu use case, bukan keseluruhan wajah blockchain. Tanpa pemahaman mendalam, kita akan terus tertinggal dan mudah terjebak bisnis abal-abal,” papar Hendri Kwistianus, S.E., M.M.

Ia menambahkan, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pendampingan langsung dari praktisi untuk menghindari risiko seperti phishing dan hoaks yang marak di ruang digital. “Dalam kerja sama ini para mahasiswa UK Petra bisa memperoleh kesempatan jalur fast-track untuk meraih pendanaan, magang, hingga karier di ekosistem Web3 global. Bahkan ke depannya melalui kerja sama dengan Dubai Blockchain Center, mahasiswa bisa meraih sertifikasi internasional untuk memperkuat kredensial mereka di pasar kerja dunia,” tambah Hendri.

Peresmian laboratorium ditandai dengan pemotongan pita dan dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Director of New Digital Technology Kemenparekraf, Dandy Yudha; Dekan School of Business and Management UK Petra, Josua Tarigan, Ph.D.; Founder IDNFT, Budi Santosa; CEO Upbit Indonesia, Resna Raniadi; serta perwakilan Superteam Indonesia, Steven Wijaya.

Baca Juga :  Ribuan Pekerja Migran Ilegal Dipulangkan dari Malaysia, KJRI Johor Bahru Fasilitasi Kepulangan

Director of New Digital Technology Kemenparekraf, Dandy Yudha, menilai inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan talenta digital di Indonesia. “Inisiatif ini merupakan langkah strategis yang sangat luar biasa. Sebab menjadi jawaban atas kekurangan talenta blockchain di Indonesia. Dengan memberikan wadah bagi mahasiswa untuk berkarier di teknologi desentralisasi, kita sedang mempercepat pertumbuhan industri kreatif nasional. Fokus utama kita ke depan adalah aktivasi program yang berkelanjutan demi melahirkan talenta digital Indonesia yang kompetitif dan siap terjun ke dunia industri,” kata Dandy Yudha.

Dalam tahun pertama, Blockchain Lab menargetkan lahirnya sedikitnya lima startup berbasis teknologi yang berkelanjutan. Pengembangan inovasi juga diarahkan pada sektor futuristik seperti Internet of Things (IoT) dan robotik.
Melalui laboratorium ini, UK Petra berharap mampu mencetak talenta digital yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga siap bersaing di ekosistem global.(tok)