KILASJATIM.COM, Kuala Lumpur – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat sektor perbankan syariah sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing global.
Komitmen tersebut disampaikan Khofifah saat melakukan pertemuan dengan CEO Maybank Islamic Berhad, Mohamad Yasin bin Abdullah, di Kuala Lumpur, Malaysia.
Pertemuan itu merupakan bagian dari rangkaian misi dagang dan investasi Jawa Timur-Malaysia dalam kunjungan kerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Malaysia.
Dalam agenda tersebut, Khofifah didampingi Direktur Utama Bank Jatim serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur.
Khofifah mengatakan, kerja sama antara Bank Jatim dan Maybank Group diharapkan dapat menjadi aliansi strategis yang tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga memperkuat layanan keuangan syariah yang inklusif dan berbasis nilai.
“Kami menyambut baik inisiatif kerja sama ini sebagai bagian dari aliansi strategis yang tidak hanya berorientasi pada aspek komersial, tetapi juga memperkuat layanan keuangan yang inklusif dan berbasis nilai,” kata Khofifah, dalam keterangannya, Kamis, 30/04/2026.
Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan Bank Jatim, khususnya dalam pengembangan unit usaha syariah yang didukung sumber daya manusia profesional di bidang keuangan syariah.
“Kami ingin unit usaha syariah di Bank Jatim diperkuat dengan sumber daya manusia yang benar-benar memiliki latar belakang pendidikan Islamic finance, bukan sekadar transformasi dari perbankan konvensional,” ujarnya.
Menurut Khofifah, hal tersebut penting untuk menjaga kualitas sekaligus integritas layanan perbankan syariah.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa sinergi tersebut juga akan memperkuat posisi Bank Jatim sebagai Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama lima bank pembangunan daerah lainnya.
Skema itu dinilai strategis untuk memperluas captive market, memperkuat kolaborasi antarwilayah, serta meningkatkan skala ekonomi layanan perbankan daerah.
Khofifah juga menyoroti pentingnya inovasi digital melalui pengembangan layanan J-Connect generasi ketiga guna memperluas inklusi keuangan, termasuk bagi masyarakat Jawa Timur yang berada di Malaysia.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat transformasi Bank Jatim menjadi institusi keuangan yang adaptif, kompetitif, dan mampu menjangkau masyarakat lebih luas,” kata dia.
Sementara itu, CEO Maybank Islamic Berhad, Mohamad Yasin bin Abdullah, mengapresiasi pertemuan tersebut di tengah agenda kunjungan kerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Malaysia.
Menurut dia, pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari komunikasi dan penjajakan kerja sama yang sebelumnya dilakukan antara Bank Jatim dan jajaran direksi Maybank di Indonesia.
Yasin mengatakan, Maybank Group saat ini termasuk lima besar institusi keuangan syariah di dunia dengan portofolio pembiayaan syariah mencapai sekitar 74 persen dari total portofolio grup.
“Maybank Group saat ini berada pada posisi sebagai salah satu Islamic Banking terbesar di dunia. Kami melihat Jawa Timur sebagai wilayah yang sangat strategis, baik dari sisi demografi maupun geostrategis,” ujar Yasin.
Ia juga menilai Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem industri halal yang terintegrasi dengan layanan keuangan syariah.
“Industri halal memiliki potensi besar untuk memperluas pasar keuangan syariah. Kami melihat peluang sinergi yang kuat dengan Jawa Timur dalam membangun ekosistem halal yang komprehensif,” ucapnya.
Dalam pertemuan itu, Maybank Group turut mengapresiasi strategi bisnis Bank Jatim melalui skema KUB serta inovasi digital yang dinilai mampu memperkuat layanan keuangan inklusif di tingkat regional.
Kedua pihak juga membahas peluang pengembangan layanan remitansi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur maupun wilayah KUB lainnya guna meningkatkan keamanan dan kualitas transaksi keuangan lintas negara.(den)




