Gubernur Jatim Ajak Masyarakat Jadikan Seni Perekat Sosial di Hari Seni Sedunia 2026

oleh -599 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Surabaya — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan seni sebagai ruang ekspresi sekaligus perekat sosial yang mampu menumbuhkan kreativitas, memperkuat kebersamaan, serta menjaga keberagaman budaya.

Ajakan tersebut disampaikan Khofifah dalam momentum peringatan Hari Seni Sedunia 2026 yang diperingati setiap tanggal 15 April.

Tahun ini, peringatan Hari Seni Sedunia mengusung tema “Taman Ekspresi: Memupuk Komunitas Melalui Seni” (A Garden of Expression: Cultivating Community Through Art). Tema tersebut menegaskan peran seni sebagai ruang bersama dalam membangun koneksi dan memperkuat komunitas.

Khofifah menjelaskan, tema tersebut menggambarkan seni layaknya taman yang hidup, tumbuh, dan berkembang melalui keberagaman ekspresi serta kolaborasi antarindividu dan komunitas.

“Hari Seni Sedunia menjadi momentum penting untuk meneguhkan bahwa seni bukan sekadar ekspresi estetika, tetapi juga ruang bersama yang menumbuhkan kreativitas, memperkuat solidaritas sosial, serta merawat keberagaman budaya,” ujar Khofifah, Rabu, 15/4/2026.

Ia menegaskan, seni memiliki peran strategis dalam membangun peradaban yang inklusif dan berkelanjutan. Menurut dia, seni tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga sarana edukasi, komunikasi, serta penguat dialog antarbudaya.

“Seni mampu menjembatani perbedaan, membuka ruang dialog, dan mempererat hubungan antarmasyarakat. Inilah kekuatan seni sebagai bahasa universal yang dapat menyatukan berbagai latar belakang,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang mendukung kebebasan berekspresi bagi para pelaku seni. Dukungan terhadap ruang kreatif dinilai menjadi kunci agar seni terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Selama kita mampu menjaga ruang kebebasan berekspresi dan memberikan dukungan bagi para pelaku seni, maka seni akan terus menjadi kekuatan dalam mewujudkan dunia yang damai, inklusif, dan berkeadaban,” tegasnya.

Baca Juga :  Kinerja Bependa Jatim Melebihi Target

Dalam konteks pembangunan di Jawa Timur, seni juga dipandang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, memperkuat identitas budaya lokal, serta meningkatkan kualitas pendidikan.

Khofifah menambahkan, pendidikan seni di sekolah perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang kreatif, inovatif, dan berkarakter.

“Pendidikan seni tidak hanya membentuk keterampilan, tetapi juga membangun kepekaan, empati, dan cara berpikir kreatif. Ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul,” jelasnya.

Ia pun mengajak masyarakat Jawa Timur untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seni, seperti pameran, diskusi, lokakarya, hingga pertunjukan budaya sebagai bagian dari peringatan Hari Seni Sedunia.

“Momentum ini harus kita manfaatkan untuk semakin mendekatkan seni dengan masyarakat, sekaligus mengapresiasi para seniman yang telah berkontribusi dalam memperkaya budaya dan pembangunan bangsa,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Khofifah berharap Hari Seni Sedunia dapat menjadi pengingat bahwa seni adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia yang mampu meneduhkan peradaban dan memperkuat harmoni sosial.

“Seni adalah taman ekspresi yang harus kita rawat bersama. Dari sanalah tumbuh kreativitas, kebersamaan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.(den)