Pemerintah Uji B50 di Kereta Api, Klaim Pertama di Dunia

oleh -137 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Foto: dok Kemen ESDM

KILASJATIM.COM, Yogyakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menguji penggunaan biodiesel B50 pada moda kereta api. Uji coba perdana dilakukan di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, Senin (27/4/2026).

B50 merupakan campuran 50% bahan bakar nabati berbasis minyak sawit dan 50% solar. Program ini ditargetkan mulai diterapkan secara nasional pada 1 Juli 2026.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan sektor perkeretaapian dipilih karena konsumsi bahan bakarnya besar dan mewakili transportasi massal.

“Penggunaan B50 akan dimulai 1 Juli 2026. Uji coba sendiri sudah berjalan sejak tahun lalu,” ujarnya.

Menurut Eniya, pengujian dilakukan bertahap di berbagai sektor, mulai dari otomotif, pertambangan, alat pertanian, perkapalan, hingga pembangkit listrik (genset), sebelum masuk ke sektor kereta api.

Di sektor perkeretaapian, uji dilakukan dalam dua skema. Pertama, uji ketahanan pada genset kereta dengan durasi hingga 2.400 jam pada rute Jakarta–Yogyakarta. Kedua, uji operasional lokomotif pada rute Jakarta–Surabaya selama enam bulan.

“Uji ini dilakukan di kondisi nyata untuk melihat performa dan dampaknya secara langsung,” jelasnya.

Uji coba di sektor kereta dijadwalkan berlangsung hingga Oktober 2026 sebagai tahap evaluasi akhir sebelum implementasi penuh.

Eniya menyebut pengembangan B50 telah dilakukan lebih dari 15 tahun dan menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang menguji bahan bakar dengan campuran nabati setinggi ini.

Saat ini, pemerintah bersama lembaga terkait seperti Lemigas dan PT KAI masih mengumpulkan data teknis, termasuk performa mesin dan kebutuhan perawatan.

Hasil uji tersebut akan menjadi dasar penerapan B50 secara nasional, sekaligus rujukan bagi negara lain yang mulai melirik pengembangan energi berbasis nabati.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.