Khofifah Raih Penghargaan CSR dan PDB Award 2026, Desa Wisata Gosari Jadi Andalan Jatim

oleh -109 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Penghargaan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Award Tahun 2026. Penghargaan tingkat nasional tersebut diberikan atas keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Program Wisata Alam Gosari bertajuk “Wujudkan Desa Berdaya”.

Penghargaan itu diselenggarakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT). Penyerahan dilakukan oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang mewakili Khofifah, di Gedung Utama Kementerian Desa dan PDT, Jakarta, Selasa (21/4).

“Alhamdulillah kami menerima Penghargaan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Award Tahun 2026 dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal,” ujar Khofifah di Surabaya, Jumat (24/4).

Khofifah menjelaskan, terdapat sejumlah desa di Jawa Timur yang menerima program CSR dan berhasil mengembangkan potensinya. Namun, dalam ajang penghargaan kali ini, Pemprov Jatim memilih mengajukan Desa Wisata Alam Gosari di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.

Desa tersebut dinilai berhasil memanfaatkan dukungan CSR dari PLN UID Jawa Timur untuk meningkatkan sektor pariwisata dan pemberdayaan masyarakat.

Pada 2024, bantuan CSR yang diterima meliputi pemasangan lampu taman di sejumlah titik dan penyediaan kereta sawah. Sementara pada 2025, dukungan dilanjutkan melalui pengadaan lima unit ATV listrik, pemavingan jalur di area alun-alun dan tempat wisata, pembangunan dua gapura pintu masuk dan keluar, dua fasilitas kamar mandi, pelatihan digital marketing, serta pemberdayaan UMKM.

Khofifah menambahkan, pada 2026 PLN UID Jawa Timur juga berencana menyalurkan CSR berupa pelatihan pembuatan tembikar bagi masyarakat Desa Wisata Alam Gosari.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci dalam mempercepat kemajuan desa wisata di Jawa Timur.

Baca Juga :  Gubernur Tawarkan Peluang Investasi Kepada Investor Singapura  

“Private sector, BUMN maupun BUMD sangat bisa berkontribusi untuk bersama-sama membangun dan menguatkan desa wisata di Jawa Timur,” katanya.

Ia menilai keterlibatan banyak pihak akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Potensi yang dimiliki desa, kata dia, sering kali belum terbaca secara optimal atau masih membutuhkan penguatan dari sisi pendampingan maupun fasilitas.

Khofifah juga mengapresiasi transformasi Desa Gosari yang kini berkembang menjadi desa wisata maju. Menurut dia, keberhasilan itu menunjukkan bahwa program CSR tidak hanya sebatas bantuan sesaat, tetapi mampu menciptakan keberlanjutan pembangunan.

“Dampaknya masyarakat di sana semakin berdaya, karena masyarakat merasa ada support untuk membuat desanya semakin tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Ia berharap pola sinergi serupa tidak berhenti di Desa Gosari saja, melainkan diperluas ke desa-desa lain di Jawa Timur yang juga memiliki potensi besar.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati mengaku telah mengunjungi sejumlah desa wisata di Jawa Timur dan melihat langsung perkembangan yang terjadi.

“Saya sudah berkeliling di Jawa Timur di beberapa kabupaten melihat desa-desa wisata langsung di sana, luar biasa,” katanya.(den)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.