KILASJATIM.COM, Bondowoso – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat di SD NU Al Mahfudzi, Kecamatan Sukowono, saat para siswa menikmati sajian makanan bergizi dalam program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Selasa (14/4/2026). Duduk melingkar di dalam kelas, para siswa tampak lahap menyantap hidangan yang disajikan dalam nampan bersekat, mencerminkan pola makan sehat sekaligus menanamkan nilai kebersamaan sejak dini.
Program SPPG di wilayah Sukowono terus berjalan dengan menghadirkan menu yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memperhatikan keseimbangan gizi anak. Pada hari tersebut, menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, ayam crispy, tumis sawi jagung, edamame, serta buah apel sebagai pelengkap.
Koordinator SPPG Sukowono, Afthon Ilman Mubarok, menyampaikan bahwa setiap menu yang diberikan kepada siswa telah melalui perhitungan gizi yang matang agar sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
“Menu yang kami sajikan sudah disesuaikan dengan standar kebutuhan gizi anak. Ada karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta sayur dan buah. Harapannya, anak-anak tidak hanya kenyang, tetapi juga mendapatkan asupan gizi yang seimbang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, program SPPG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga membentuk kebiasaan baik bagi siswa.
“Kami ingin menanamkan pola makan sehat sejak dini, termasuk membiasakan anak makan sayur dan buah. Selain itu, kegiatan makan bersama seperti ini juga melatih kebersamaan dan kedisiplinan,” tambahnya.
Berdasarkan data yang ada, satu porsi kecil menu tersebut mengandung energi sekitar 449,9 gram dengan protein 22,9 gram, lemak 18,1 gram, karbohidrat 58 gram, serta serat 6,6 gram. Sementara porsi besar memiliki energi 594,2 gram dengan protein 25,6 gram, yang turut mendukung kebutuhan harian siswa.
Sebanyak 2.571 porsi disiapkan dalam program SPPG Pujer Sukowono pada hari itu, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah di wilayah tersebut.
Melalui program ini, diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, tetapi juga terbiasa dengan pola hidup sehat. Kebiasaan makan bersama di sekolah pun menjadi momen penting untuk membangun kedisiplinan, kebersamaan, serta kesadaran akan pentingnya gizi sejak usia dini.(wan)


