KILASJATIM.COM, Bondowoso — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukowono, Kecamatan Pujer, terus memperkuat kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Pelatihan Higiene Sanitasi Penjamah Makanan yang digelar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, Sabtu (13/12/2025).
Pelatihan ini menyasar para penjamah pangan (food handler) yang terlibat langsung dalam proses penyediaan makanan, mulai dari persiapan, pengolahan hingga pendistribusian. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan makanan yang disalurkan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan higienis bagi para penerima manfaat.
Haris Ahmadi, Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, menjelaskan bahwa SPPG Sukowono merupakan salah satu SPPG yang telah terbentuk dan beroperasi di Kabupaten Bondowoso, sehingga wajib memenuhi standar keamanan pangan sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.
“Pelatihan keamanan pangan ini penting agar seluruh penjamah pangan bekerja sesuai kurikulum yang digariskan Kementerian Kesehatan. Tujuannya bukan sekadar menyediakan makanan bergizi gratis, tetapi makanan bergizi yang aman dan higienis, sehingga kesehatan penerima manfaat, mulai dari anak SD hingga SMA, benar-benar terjamin,” jelasnya.
Ia menyebutkan, hingga saat ini terdapat sekitar 51 SPPG yang telah terbentuk di Kabupaten Bondowoso, dengan sekitar 45 penjamah pangan yang telah mengikuti pelatihan secara bertahap menyesuaikan jam kerja.
“Meski dilakukan bertahap, pengawasan dan pembinaan tetap berjalan. Kami melakukan pendampingan serta inspeksi lapangan untuk melihat penerapan di dapur, mulai dari kondisi bangunan, perilaku penjamah pangan, hingga penerapan SOP,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan akan dilakukan secara rutin minimal satu bulan sekali dengan melibatkan puskesmas, termasuk pengambilan sampel makanan dan inspeksi kesehatan lingkungan. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari persyaratan untuk memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yang mensyaratkan kualitas air minum sesuai Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, uji usap peralatan, uji makanan, serta kelengkapan administrasi.
Sementara itu, Koordinator SPPG Sukowono Kecamatan Pujer, Afthon Ilman Mubarok, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut menjadi penguatan penting bagi seluruh tim dapur dalam menjalankan Program MBG.
“Pelatihan ini sangat membantu kami dalam memahami dan menerapkan standar higiene dan sanitasi secara disiplin, mulai dari penggunaan alat pelindung diri hingga pemisahan peralatan kerja. Kami berkomitmen menjaga kualitas dan keamanan makanan agar benar-benar aman dan sehat bagi penerima manfaat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, SPPG Sukowono siap mengikuti seluruh proses pembinaan dan pengawasan dari Dinas Kesehatan, termasuk melengkapi seluruh persyaratan administrasi dan teknis.
“Kami siap menjalani inspeksi dan pembinaan rutin demi memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis,” pungkasnya.(wan)




